Berita Tulungagung

Sebelum Curi Motor, Tukang Bakso dan Montir Ini sempat Embat Kotak Amal Masjid, Ini Ceritanya

Terungkapnya kejahatan Khoirul dan Irfan dari laporan warga tentang adanya penjualan motor tanpa surat yang dijual sangat murah.

Sebelum Curi Motor, Tukang Bakso dan Montir Ini sempat Embat Kotak Amal Masjid, Ini Ceritanya
surya/david yohanes
Dua sahabat asal Tulungagung yang jadi pelaku curanmor. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Polisi menangkap Mohamad Khoirul Nuzam (18) dan Irfan Yogik Romansah (18), warga Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Sumbergempol, Tulungagung. Penjual bakso dan montir ini terbukti mencuri sebuah sepeda motor merek Sanex, AG 3383 RD.

Terungkapnya kejahatan Khoirul dan Irfan bermula dari laporan warga tentang adanya penjualan motor tanpa surat-surat yang dijual sangat murah, yakni Rp 600.000.

Warga yang ditawari kemudian melapor ke polisi.

"Waktu itu yang menjual tersangka Irfan. Yang ditawari itu melapor ke temannya yang juga seorang anggota polisi," terang Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, Jumat (9/3/2018).

Saat dicek, motor itu dipastikan hasil curian. Motor tersebut milik Elok Rahayu Widuri (29) warga Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Pagerwojo ini dicuri pada Kamis (15/2/2018).

Polisi kemudian mendatangi rumah irfan dan diinterogasi pada Rabu (7/3/2018).

"Pelaku mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku dibantu oleh tersangka Khoirul yang merupakan sahabatnya," sambungnya.

Polisi kemudian membawa Irfan untuk menunjukkan keberadaan Khoirul. Khoirul ditemukan saat tengah nongkrong di pinggir jalan.

Dari penuturan Irfan, dirinya yang mempunyai inisiatif mencuri motor. Sebelumnya Irfan sempat mancing dan dijemput Khoirul dengan sepeda motor Honda Supra AG 5871 SG. Keduanya sempat keliling kota mengendarai motor.

Saat sampai di Kelurahan Kedungsuko, Kecamatan Tulungagung, mereka kehabisan bensin. Keduanya sempat mencuri kotak amal di sebuah masjid, yang berisi uang Rp 13.000. Uang itu kemudian dibelikan bensin, dan dipakai keliling kembali.

"Kami mengendarai motor ke arah Pagerwojo. Sampai di Kedung Cangkring, ada motor yang diparkir di depan rumah," tutur Irfan.

Motor itu dalam kondisi kunci masih menancap. Irfan menyuruh Khoirul mengambil motor itu, sementara dia mengawasi keadaan. Namun ternyata motor itu tidak bisa dinyalakan, dan terpaksa dibawa dengan cara didorong.

Kini kedua pemuda yang bersahabat karib ini dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Keduanya terancan hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved