Citizen Reporter

Hamil Trimester Kedua Baca Buku Ya, Bu

Bacakan buku saat kehamilan masuk trimester kedua. Janin mampu menyimpan memori melalui detak jantung ibu. Kelak itu berpengaruh terhadap bayi.

Hamil Trimester Kedua Baca Buku Ya, Bu
ist

Literasi erat kaitannya dengan perkembangan otak sehingga organ anak itu harus disiapkan dengan baik saat usia kehamilan trimester pertama. Literasi bukan hanya kemampuan membaca, melainkan juga kemampuan berbicara.

Literasi dibagi menjadi dua yaitu literasi dasar yaitu yang berhubungan dengan artikulasi dan kognitif. Itu yang disampaikan Lala dalam Seminar Literasi Keluarga di Taman Bahasa Indonesia Bangil Pasuruan, Sabtu (24/2).

Pada trimester kedua, janin mampu menyimpan memori literasi, yakni melalui detak jantung sang ibu. Keteraturan irama detak jantung ibu memengaruhi nada bicara sang bayi kelak.

Semakin teratur detak jantung ibu, kemungkinan nada bicara anak teratur pula. Sebaliknya, jika sang ibu mengalami stres dan irama jantung tidak teratur akan memengaruhi gaya bicara anak nantinya.

Organ artikulasi disiapkan pada proses kelahiran normal, yaitu pijatan alami di bagian pipi dan wajah. Pada kelahiran melalui operasi memiliki potensi kerusakan organ artikulasi, misalnya gigi yang lambat tumbuh akan berpengaruh dalam komunikasi. Memang tidak semua potensi kerusakan akan terjadi, namun tetap dibutuhkan stimulasi agar mengurangi potensi kerusakan.

Kemampuan literasi pun memiliki dua macam yakni reseptif dan ekspresif. Kemampuan reseptif yaitu kemampuan memindai bunyi dan simbol bahasa melalui alat sensori.

Kemampuan memindai bunyi di antaranya adalah mampu menganalisis jenis-jenis suara sedangkan kemampuan memindai simbol bisa berupa warna, bentuk, dan lainnya. Kemampuan literasi reseptif ini melalui proses informasi dari sensor auditori dan visual ke dalam area broca pada otak untuk memproses kosakata, kalimat, tata bahasa, sedangkan area wernick untuk memaknai.

Kemampuan literasi ekspresif yakni kemampuan memproduksi bunyi, menguatkan dengan ekspresi dan gerak sesuai dengan pesan yang diantarkan. Kemampuan itu berupa memilih, memilah, dan merangkai ide dalam bentuk teks, tulisan, tanda baca, gambar, diagram, sesuai dengan konsep yang diantarkan.

Pemateri juga membagikan tips memilih buku cerita yang baik bagi anak-anak. Salah satunya adalah dengan memperhatikan kesesuaian antara judul dengan isi buku.

Selain itu, pilihlah tema yang sesuai dengan usia anak. Montessori menyarankan buku yang baik untuk anak usia 0-8 tahun berupa buku sejarah, pengetahuan, dan adab. Berikutnya, pilih buku dengan teks yang berima dan memiliki alur cerita yang logis. Urutan penyajian cerita diawali dari cerita berkonten adab, sejarah, dan yang terakhir imajinasi.

Perlu diperhatikan juga bagaimana cara yang baik dalam membacakan cerita pada anak. Yang boleh dilakukan di antaranya, memvariasikan suara sesuai dengan tokoh dan narator dengan perbedaan yang mencolok.

Kedua, membunyikan tanda baca sesuai dengan maksud kalimat. Ketiga, membuat pertanyaan pancingan, memprediksi, menanya untuk mengulang kata utama.

Yang tidak boleh dilakukan membacakan cerita pada anak. Itu dengan menambah kata atau kalimat yang tercantum pada teks dan melakukan gerakan berlebihan sehingga mengganggu fokus anak.

Literasi pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh proses pembentukan dan pembiasaan sejak usia dini, terlebih sejak dalam kandungan. Jika literasi sudah matang dan siap tentu tujuan literasi yang diharapkan akan mudah terwujud.

Halimatus Sakdeyah
Pengajar SMAN 1 Lumbang dan Anggota FLP Pasuruan

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved