Perbankan

BNI Perluas Penyaluran KUR Perhutanan Sosial

Bank BNI di tahun 2018 ini menambah penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk petani peserta program Perhutanan Sosial.

BNI Perluas Penyaluran KUR Perhutanan Sosial
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Dirut BNI Ahmad Baiquni (kedua dari kanan) bersama petani penerima KUR BNI dan Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga dari kiri) disela kegiatan panen raya jagung di lahan program Perhutanan Sosial di Tuban, Jumat (9/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Negara Indonesia Tbk atau Bank BNI di tahun 2018 ini menambah penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk petani peserta program Perhutanan Sosial.  Pada 2017 lalu,  KUR BNI baru tersalurkan untuk 5.717 hektar lahan dan 1.715 petani.

Perhutanan Sosial merupakan sebuah program nasional yang bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi melalui tiga pilar, yaitu lahan, kesempatan usaha dan sumberdaya manusia.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, mengatakan di tahun 2018 ini, penyaluran KUR bertambah sebanyak 8.996,5 hektar lahan dengan jumlah petani penggarapnya 11.921 petani.

"Mereka tersebar di enam daerah kabupaten di Jawa Timur (Jatim). Dimulai pada November 2017 lalu, dan bulan ini merupakan panen raya dari petani penggarap program penyaluran KUR di satu dari enam daerah itu," jelasnya di sela kegiatan panen raya jagung yang digelar di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat (9/3/2018).

Tuban merupakan salah satu dari enam areal lahan milik Perhutani dan petani penerima KUR tahap satu. Selain Tuban, adalah Probolinggo, Jember, Lumajang, Madiun dan Tulungagung.

Bersamaan dengan kegiatan panen raya jagung dari penerima KUR program Perhutanan Sosial itu, juga ada perluasan penerima KUR di tiga kabupaten baru. Yaitu Bojonegoro, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar.

Jumlahnya lebih besar dibanding enam wilayah kabupaten sebelumnya, karena luasan hutan di tiga daerah ini yang memang sangat luas.

Dengan penambahan ini, secara total yang saat ini sedang memanfaatkan KUR BNI mencapai seluas 14.713,5 hektar dengan total jumlah petani penerima SK IPHPS (Surat Keputusan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial-red) dan Kulin KK (Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan-red) mencapai 11.921 orang.

"Pada tahap pertama lalu, dari enam daerah sebelumnya, yang KUR yang kami salurkan masih pada 1.715 petani penggarap dengan nilai sebesar Rp 10,443 miliar. Masih ada sisa, karena di tanah pertama lalu, total petani yang menerima SK IPHPS dan Kulin KK mencapai 2.778 petani. Jadi masih ada sisa 943 petani lagi," jelas Achmad Baiquni.

Penyaluran KUR tersebut dilengkapi dengan Kartu Tani dan perlengkapan pendukung produksi pertanian dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) serta program BUMN Cash For Work.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help