Lifestyle

Perpaduan Budaya Timur Tengah dan Indonesia di Panggung Traditional Wedding 2018

KombinasiTimur Tengah dan Indonesia jadi andalan desainer Rodeo Pradana untuk karya yang diperagakan di panggung Traditional Wedding 2018 di Surabaya.

Perpaduan Budaya Timur Tengah dan Indonesia di Panggung Traditional Wedding 2018
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Dua model memeragakan busana pengantin dengan corak warna rose gold karya desainer Rodeo Pradani yang bertema Bahiti (bahasa Mesir yang berarti Kemenangan) dalam Traditional Wedding di atrium Royal Plaza, Kamis (8/3). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kombinasi budaya Timur Tengah dan Indonesia menjadi andalan desainer Rodeo Pradana untuk karya yang diperagakan di panggung Traditional Wedding 2018 di Royal Plaza Surabaya.

Namun, Pradana yang belajar merancang busana secara otodidak ini lebih dominan memberi penekanan pada unsur tradisionalnya.

“Yang tradisional dalam bentuk kebaya. Jadi unsur tradisional kental supaya tidak terlihat kebarat-baratan,” begitu katanya, Kamis (8/3).

Ditemui di tengah kesibukan mempersiapkan modelnya untuk naik catwalk, Pradana menegaskan agar tidak terkesan konvensional, dia juga menghadiran busana yang sederhana, praktis, namun tetap elegan.

“Karena anak jaman now kan pasti nggak ingin ketika pakai baju jadi mirip acara untuk manten, atau jadi terlihat tua banget,” paparnya.

Karena itu pula, Pradana menghadirkan motif polos untuk bahan organza pada rancangannya. “Saya memang tak suka baju yang kesannya jadi ramai banget,” kata pria yang mengaku belajar ilmu desain baju ini selama tiga tahun.

Selain organza, bahan lain yang digunakan Pradana adalah jaguar dan brokat dengan hiasan Kristal swaroski untuk menambah kesan mewah pada baju kreasinya itu. “Inspirasinya memang dari peradaban Mesir. Tetapi, campur dengan kebudayaan negeri sendiri,” tegasnya.

Dari empat busana yang diperagakan di hadapan pengunjung Royal Plaza, Pradana juga menyodorkan motif-motif Shanghai dan Papua. “Unsur Mesirnya dalam bentuk bunga-bunga yang sembur,” paparnya.

Pengelola Rodeo Rumah Mode ini mengungkapkan pula, awal perjalanannya di dunia desain busana ini justru sebagai fotografer.

“Dunia fotografi kan butuh baju-baju sebagai objek. Tangan saya lalu gatal menggambar,” bebernya.

Pradana kemudian membeli mesin jahit untuk memenuhi hasratnya tersebut. “Saya belajar menjahit pada penjual mesin jahititu. Tutorial untuk mendesain baju ini juga saya peroleh lewat YouTube,” imbuhnya.

Traditional Wedding yang diselenggarakan oleh e-enterprise ini berlangsung di Atrium Royal Plaza mulai Kamis (8/3) hingga Minggu (11/3). Selain peragaan busana, pengunjung juga disuguhi aneka stan yang memajang ragam dekorasi pelaminan, foto & video, kartu undangan, dan suvenir. p

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help