Citizen Reporter

Ini Cara Menjaga Ide agar Panjang Umur

Jangan remehkan aktivitas menulis di majalah dinding sekolah. Itu bisa menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi dan menjadi penulis.

Ini Cara Menjaga Ide agar Panjang Umur
ist

Jangan pantang menyerah jika ide tidak singgah. Selalu ada cara untuk mendatangkannya kembali.

“Dulu saya suka minum kopi, tetapi saat saya tidak bisa minum lagi bersama seseorang, saya memilih berganti minum jus,” ucap Boy Candra.

Kalimat itu langsung disambut dengan teriakan riuh penonton yang mayoritas cewek di hadapannya. Di Gedung Rektorat UIN Malik Ibrahim Malang diselenggarakan Malam Mahakarya Laskar Pujangga yang bertema Dengan Sastra Aku Menggetarkan Dunia.

Acara yang diadakan Komunitas Laskar Pujangga itu dihadiri sekitar 500 peserta, Sabtu (3/3/2018).

Acara dimulai sekitar pukul 15.00. Di lantai 5 itu seluruh peserta menunggu kedatangan penulis yang juga menjadi idaman para pembaca buku remaja zaman sekarang, yakni Boy Candra.

Penulis yang sudah menerbitkan 13 buku itu menyemangati mahasiswa agar tekun menulis. Dia bercerita, awal mula menulis adalah saat dia menulis di mading sekolah dan terbiasa menulis puisi di buku tulis bermerek Kiky.

Menurut Boy Candra, tujuannya menulis yang pertama yakni untuk menjaga bahasa Indonesia. Itu karena di era sosial media ini, semua orang menulis dengan bebas.

Maka dari itu, pemuda yang kerap disapa Bang Boy tersebut memilih untuk menjaga bahasa Indonesia yang baik dan itu ditunjukkannya dengan tulisan bahasa baku yang khas pada setiap buku yang dibuatnya.

Tujuan yang kedua yakni menulis yang berangkat dari kegelisahan.

“Kegelisahan setiap orang itu berbeda-beda. Gelisah yang saya rasakan dan yang kalian rasakan pasti berbeda. Kegelisahan itulah yang akhirnya bisa kalian jadikan ide di setiap kalian menulis,” ucap pemuda yang diberi sebutan Presiden Zaman Now itu.

Tujuan selanjutnya adalah untuk menjaga agar gagasan panjang umur. Ia menunjukkan dengan sederhana, gagasan akan terus diselamatkan ketika dibaca.

“Jika kita bukan siapa-siapa, tapi kita punya suatu gagasan, maka menulislah. Siapa tahu, suatu hari nanti gagasanmu dibaca oleh orang lain, dan orang lain itu bisa mewujudkannya. Umur kita bisa tidak panjang, tetapi dengan menulis gagasan kita terselamatkan,” ucapnya.

Saat menulis, orang juga tidak boleh asal. Yang ditulis adalah sesuatu yang dipahami dengan baik.
Itu membutuhkan riset yang sangat cukup agar tulisan menjadi lebih berkarakter. Riset yang cukup itu juga bisa membantu penulis ketika mereka mulai merasakan blank writing.

“Kalau mau nulis novel patah hati, gak perlu ngalamin sendiri. Patahin aja hati temen kamu, terus nanti kamu riset ke dia,” gurau Boy Candra yang sempat menjadi stand up comedian itu.

Evi Iqlimatul Fauziyah
Unit Aktivitas MP3
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help