Citizen Reporter

Coba In-On-In supaya Kreatif

Menjadi guru itu membanggakan karena selalu memberikan ilmu kepada murid. Supaya ilmu tetap up to date, guru harus terus kreatif dan belajar.

Coba In-On-In supaya Kreatif
ist

Guru, manusia yang dianggap memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan lainnya. Dalam pepatah Jawa dikatakan seorang guru itu digugu lan ditiru (didengar dan diikuti). Segala tingkah lakunya menjadi panutan bagi peserta didik.

Seorang guru harus memberi contoh karakter positif dan berinovasi. Untuk itu, guru harus selalu belajar dan mau melakukan pembaruan.

Seratus guru mengikuti pembaruan ilmu dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Karya Tulis Ilmiah dan Jurnal di gedung Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PPPPTK IPS dan PKn), Batu, Senin-Kamis (19-22/2018). Guru-guru terpilih itu berasal dari 1.800 guru yang diseleksi melalui rancangan penelitian tindakan kelas (PTK).

Peserta bimtek adalah 41 guru SD, 27 guru SMP, serta 32 guru SMA dan SMK. Pola pelatihan yang digunakan adalah In-On-In. In artinya mengikuti kegiatan di tempat pelatihan. On artinya mengerjakan tugas di sekolah dan dipantau narasumber melalui media online.

Bimtek yang terlaksana selama empat hari pada In-1 bertujuan melatih guru-guru tentang ilmu penyusunan PTK, research and development, dan eksperimen. Ketiga karya tulis itu bersifat ilmiah dan bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa, motivasi, dan inovasi dalam pembelajaran.

Bimtek dikawal Karim Suryadi, dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Suko Wiyono, dosen Universitas Negeri Malang, dan para widyaiswara.

Sumarno, Kepala PPPPTK PKn dan IPS menyambut baik dan mendukung kegiatan untuk mencerdaskan guru-guru se-Indonesia. Yang terpanggil diharapkan mampu membagikan ilmunya kepada rekan lainnya, begitulah harapan Sumarna.

“Guru pilihan di sini berkesempatan meningkatkan kompetensi diri. Kita juga bisa saling berbagi,” ungkap Istiqomah, widyaiswara sekaligus fasilitator kegiatan.

Selama empat hari, guru ditempa dengan ilmu membuat karya inovasi, karya tulis, mulai dari penyusunan hingga publikasi. Di hari ke-4, guru harus mempresentasikan proposal penelitiannya.
Pada In-2, setiap peserta harus siap mempresentasikan laporan dan menghasilkan produk.

Selama dua bulan, mereka praktik langsung di masing-masing sekolah. Inilah yang disebut sebagai pola On. Selanjutnya akan ada In-2.

“Saya sangat senang dan bangga bisa berada di sini. Selain mendapat ilmu baru, menambah teman batu juga karena pesertanya terpilih dari ujung Sumatra hingga Papua,” ujar Pendrik, peserta dari Jambi.

Nur Sofiah
Pengajar di SD Kyai Ibrahim Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help