Sosok

Annisa Axelta: lngin Buka Praktik Khusus Remaja

Kerja keras yang dilakukannya membuatnya menjadi wisudawan terbaik S1 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Annisa Axelta: lngin Buka Praktik Khusus Remaja
surya/sulvi sofiana
Annisa Axelta 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tinggal jauh dari keluarga di DKI Jakarta tak membuat Annisa Axelta (21) mengukir prestasi. Kerja keras yang dilakukannya membuatnya menjadi wisudawan terbaik S1 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Dengan waktu 3,5 tahun, Annisa sukses mendapatkan IPK sebesar 3,71.

Gadis berambut panjang ini mengungkapkan tidak mudah untuk mencapai prestasi itu. Kerinduan terhadap keluarga serta rumah yang jauh membuat Annisa harus berjuang ekstra.

OIeh karena itu Annisa bertekad untuk lulus 3,5 tahun. Katanya, Kunci suksesnya ialah dengan bekerja keras dan selalu berdoa.

Mahasiswa kelahiran 12 Oktober 1996 itu berencana untuk melanjutkan pendidikan magister profesi (S2) dengan peminatan klinis.

"Setelah itu, saya ingin bekerja di rumah sakit ataupun membuka praktik psikologi yang dikhususkan kepada remaja maupun dewasa,"ujarnya

Keinginan besarnya itu berlandaskan rasa ingin menolong sesama manusia. Karena Annisa percaya manusia memiiiki positive traits yang dapat mereka gunakan untuk beraktualisasi diri.

Selama menjadi mahasiswa, Annisa lebih aktif di luar kampus, seperti mengikuti kagiatan AIESEC, Surabaya, sebuah organisasi internasional untuk para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka

"Kalau libur panjang saya magang di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan,supaya bisa lebih dekat dengan bidang pekerjaan saya nantinya,"ungkapnya.

Annisa menyadari saat ini yang diperIukan dalam dunia kerja tak hanya IPK, tetapi juga kualifikasi. Di samping mangejar IPK yang tinggi, makanyabia rajin menambah kualifikasi yang masih sebidang dengan jurusan kuliah yang diambil.

“Harus selalu rajin membaca, membangun hubungan yang baik dengan dosen, serta mengerjakan tugas. Semua yang dikerjakan harus seimbang,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help