Citizen Reporter

Menu Lengkap Bakar Batu Papua

Daging rusa, tikus pohon, kanguru, dan hasil buruan lain ditumpuk di atas batu yang sudah panas. Saat dibakar aromanya....

Menu Lengkap Bakar Batu Papua
ist

Papua menyimpan banyak keunikan. Salah satunya upacara bakar batu di pedalaman Papua.

Inilah keunikan budaya yang berasal dari ujung timur Indonesia. Upacara bakar batu di daerah pengabdian program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (SM3T) itu menjadi momen yang dinantikan banyak orang. Masyarakat desa dan para pendatang seperti guru dan petugas kesehatan menunggu saat istimewa itu.

Warga sibuk menyiapkan semua keperluan bakar baku. Para pendatang sibuk mengabadikan setiap kegiatan warga dengan kamera ponsel. Upacara bakar batu ini dilakukan di halaman balai kampung.

Siapa pun bisa bebas datang berpartisipasi. Upacara kali ini dilakukan untuk memperingati peresmian balai kampung oleh bapak kepala distrik.

Bapa-bapa (sebutan untuk lelaki dewasa) bertugas mencari kayu bakar dari hutan. Kayu itu sudah ditebang beberapa hari yang lalu dan sudah dikeringkan di hutan. Mereka tinggal mengambil dan mengumpulkannya ke balai kampung.

Kayu yang dipilih pun bukan sembarang kayu bakar. Biasanya mereka menggunakan kayu yang mudah terbakar, tetapi bara apinya awet.

Jika dilihat sekilas, kayu itu terlihat kering tetapi agak berat kalau diangkat. Tekstur kulit kayu itu halus dan mengilap saat terkena sinar matahari. Wangi kayu itu khas aroma kayu hutan.

Para pemuda bertugas mengumpulkan batu yang bagus dari sungai. Batu yang dipilih besarnya tidak lebih besar dari bola kaki.

Mereka memilih batu hitam yang berat dan mudah menyerap panas. Bentuk batu yang dipilih tidak beraturan dan teksturnya kasar saat diraba. Tujuannya agar mudah dijepit dengan bambu yang dibelah dan dipindahkan ke tumpukan makanan.

Mama-mama (sebutan untuk para ibu) dan anak perempuannya sibuk menyiapkan berbagai hasil alam yang akan dibuat pesta. Mereka mengumpulkan sayuran hijau segar seperti bayam, daun singkong, daun pepaya, daun ubi, daun labu siam, daun labu, dan sayur lilin. Ada juga yang mengumpulkan ubi jalar, ketela pohon, waluh, keladi, dan tepung sagu.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help