Berita Kediri

Gitar Buatan Warga Kediri Tembus Perancis

Gitar buatan Isa Ansori (39) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri telah mampu menembus pasar luar negeri.

Gitar Buatan Warga Kediri Tembus Perancis
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Isa Ansori menunjukkan salah satu gitar buatannya. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Gitar buatan Isa Ansori (39) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri telah mampu menembus pasar luar negeri. Gitaris mancanegara malahan banyak mengoleksi gitarnya.

"Selain pesanan dari dalam negeri, kami juga menerima order pesanan dari luar negeri. Malahan ada warga Perancis yang pesan dua gitar buatan saya," ungkap Isa Ansori, Senin (5/3/2018).

Diungkapkan Isa Ansori, selain dari Prancis, pesanan gitar juga datang dari Thailand, Singapura dan Malaysia.

"Paling banyak pesanan dari Malaysia sudah lebih dari 20 gitar yang dikirim. Disusul pesanan asal Singapura 10 gitar dan Thailand 8 gitar," jelasnya.

Namun Isa tidak mengetahui nama grup musik dan musisi dari luar negeri yang telah memesan gitar buatannya. Pesanan gitar itu dilakukan melalui jejaring sosial.

"Pemesan gitar dari luar negeri sangat cermat meneliti kualitasnya. Sehingga hanya gitar terbaik saja yang dipesannya," ungkapnya.

Rata-rata gitar buatannya untuk memenuhi grup band beraliran power metal. Sehingga pemesan umumnya memilih gitar listrik.

Namun di rumah yang juga dijadikan bengkel pembuatan gitar juga membuat gitar bass serta gitar akustik. Gitar buatan Isa untuk pemesan dari luar negeri biasa dijual seharga di atas Rp 10 juta.

Di rumahnya yang juga dijadikan bengkel pembuatan gitar saat ini mempekerjakan dua orang karyawan. Semua peralatan pembuatan gitar dilakukan secara manual dan mengandalkan ketrampilan tangan.

"Sebenarnya kami ingin meningkatkan kualitas dengan peralatan mesin. Namun sejauh ini masih belum memiliki modal yang cukup. Selama ini kami mengandalkan modal sendiri karena belum pernah menerima bantuan," jelasnya.

Menurut Isa, kerajinan gitar yang telah ditekuni sejak 10 tahun silam bermula dari profesinya sebagai salah satu gitaris grup musik beraliran metal di Kediri. Namun grup musik ini tidak bertahan lama karena keburu bubar.

Sehingga Isa mencoba menjadi perajin sekaligus menerima servis gitar. Berkat ketekunan dan talentanya, usahanya terus berkembang karena gitar buatannya kualitasnya tak kalah denga gitar buatan pabrikan terkenal.

"Untuk oderdil gitar yang dipesan dari luar negeri kami juga mendatangkan dari Amerika. Termasuk mendatangkan kayunya," jelasnya.

Isa sangat optimistis berkembangnya grup musik saat ini menjadi peluang bagi perajin gitar. Sehingga saat ini dibutuhkan peralatan yang modern untuk membuat gitar semakin berkualitas.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved