Pilkada 2018

Kunjungi Car Free Day Raya Darmo Surabaya, Emil Dardak Dapat Curhatan Penjual Jilbab

Cawagub Jatim nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak hadir ke car free day Jl Raya Darmo, Surabaya. Di sana, dia 'disambati' pedagang jilbab. Apa itu?

Kunjungi Car Free Day Raya Darmo Surabaya, Emil Dardak Dapat Curhatan Penjual Jilbab
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Para pengunjung Car Free Day hl Raya Darmo Surabaya berfoto bersama Emil Elestianto Dardak dan IStri, Arumi Bachsin, Minggu (4/3/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Suasana Car Free Day (CFD) Jl Raya Darmo, Surabaya, Minggu (4/3/2018) mendadak heboh.

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, beserta sang istri, Arumi Bachsin muncul di tengah-tengah kerumunan masa yang hadir.

Kontan saja, hal itu memicu beberapa kalangan yang datang untuk berswa foto bersama bupati non-aktif Trenggalek ini.

Ia bersama sang istri memilih melayani permintaan foto tersebut. Namun di sela-sela aktivitas itu salah satu warga berkeluh kesah padanya soal beberapa masalah yang terjadi selama Car Free Day belangsung.

"Nasib pedagang tolong dikondisikan yang bijaksana,” kata Agnia, salah seorang penjual jilbab.

Wanita tersebut mengaku selama ini merasa dipersulit dengan sistem yang ada. Berulangkali ia diusir oleh pihak keamanan setempat.

“Sekarang ini ada yang jualan tapi diusirin,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Emil memberikan beberapa opsi, salah satunya upaya koordinasi antar level pemerintahan.

“Kalau menurut saya CFD tanpa ada penjual juga tidak efisien. Tetapi peraturan memang ada di pemerintah walikota. Hanya mungkin pemerintah kita ada kebijakan kewenangan dari pusat," kata Emil.

Menurutnya gubernur bisa melakukan komunikasi dengan bupati atau walikota. Terutama untuk memahami dulu mengapa mereka mengambil perspektif yang ada. Lalu kita cari tahu, apa yang provinsi bisa bantu.

Seperti diketahui Emil menghabiskan waktu akhir pekannya dengan berlibur di taman terbuka. Kali ini ia memilih menghabiskan waktunya di ruang terbuka hijau.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help