Berita Surabaya

Dicarikan Investor, Proyek Trem Tahun ini Dilelang, Pusat Kembalikan Proyek ke Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya berupaya realisasi angkutan massal jenis trem. Setelah memastikan pengambilalihan megaproyek trem tersebut dari Pusat.

Dicarikan Investor, Proyek Trem Tahun ini Dilelang, Pusat Kembalikan Proyek ke Pemkot Surabaya
surya/fatimatuz zahro
Proses penandaan marka letak perencaan halte trem di Jalan Tunjungan beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya terus mengupayakan realisasi angkutan massal jenis trem. Setelah memastikan pengambilalihan megaproyek trem tersebut, kini ada rencana pengalihan arus trem. 

 Kepala Bappeko Surabaya Agus Iman Sonhaji menuturkan bahwa tahun ini sudah akan dilakukan lelang atas proyek awal senilai Rp 2 triliun ini.

"Tahun ini sudah harus lelang proyek trem," jelas Agus, Minggu (4/3/2018).

Dia tidak merinci apakah lelang itu adalah lelang keseluruhan sarana transportasi umum trem atau sisi Pembangunan yang lain.

Dipastikan tahun ini sudah ada pemenang lelang untuk merealisasikan angkutan massal berbasis rel itu.

"Tapi jangan dibayangkan bahwa kami menggelar lelang itu seperti lelang pengadaan barang. kami punya uang siapa yang mau mengejakan. Tapi kami mencari investor," kaga agus. 

Saat ini, proyek angkutan massal trem telah diambil alih Pemkot Surabaya. Semula angkutan massal ini sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. Pemkot hanya menyediakan sarana pendukung. 

Yakni Pembangunan gedung parkir. Namun, saat ini telah dipastikan bahwa Pemkot juga akan membangun depo trem dan fasilitas lain. "Tahun ini akan kita lelang," kata Agus. 

Namun, Pemkot menggunakan cara lain untuk merealisasikan proyek trem senilai Rp 3 triliun itu.

Pemkot akan menawarkan kepada investor untuk membangun proyek trem itu. Siapa yang mau.

Agus yakin akan banyak pihak ketiga yang mau mengerjakan proyek transportasi massal di Surabaya itu.

"Kami sedang menyempurnakan dokumen kembali untuk persiapan lelang mencari pelaksana sekaligus penyandang dananya," tambah Agus. 

Dokumen trem itu sebelumnya diberikan ke Kemenhub. Namun dokumen 2010 itu ditarik kembali karena pusat menyerahkan proyek trem ke Pemkot. 

Pemkot saat ini memperbaiki dan menyempurnakan dokumen itu. Di antaranya menyangkut Demand penumpang dan jalur yang anak dilalui. Bisa jadi jalur trem itu tidak lagi melalui jalur lama dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan saat ini.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved