Citizen Reporter

Rapatkan Tongkat, Jaga Bolanya

Rapatkan tongkat dan jaga konsentrasi ketika bola bergulir. Dibutuhkan komunikasi dan kerja sama agar bola tidak jatuh.

Rapatkan Tongkat, Jaga Bolanya
ist

Pramuka sebagai wadah bagi kreativitas dan proses mandiri menjadi salah satu opsi menarik di dunia pendidikan. Selain edukasi dan pendidikan karakter, Pramuka juga mampu membangun jiwa sosial dan kerja sama tim yang solid.

Sebuah permainan juga dapat menjadi tantangan untuk melatih berbagai skill para anggotanya. Salah satunya permainan yang cukup menantang adalah Topong atau tongkat pingpong yang dimainkan siswa-siswa SDIT Salsabila Kepanjen, Jumat (23/2/2018), di Desa Ardirejo, Kepanjen.

Memanfaatkan jam Pramuka, para siswa diajak bermain Topong secara berkelompok dengan didampingi para guru. Agus selaku pembina Pramuka SDIT Salsabila memberikan simulasi sebelum permainan dimulai.

Permainan itu sangat sederhana. Peralatan yang dibutuhkan pun tidak sulit. Hanya dua tongkat pramuka, tali pramuka, dan sebuah bola pingpong yang disiapkan.

Permainannya mudah. Mereka hanya perlu menjalankan bola pingpong di atas dua tongkat, sampai kemudian beralih ke tali tampar yang dibentangkan secara bersisian sebagai jalan bola pingpong.

Bola pingpong harus berjalan dari start sampai finish tanpa harus jatuh ke tanah. Bagian paling sulit adalah ketika pingpong harus berpindah dari tongkat ke tali tampar. Kebanyakan siswa gugur bagian transisi itu.

Dilihat sekilas, permainan ini tampak mudah. Akan tetapi, setelah dipraktikkan para guru pun kesulitan di awal permainan. Itu membutuhkan konsentrasi, koordinasi, dan komunikasi yang baik.

Itulah kuncinya. Latihan sekali saja tidak cukup. Butuh berulang-ulang percobaan. Para siswa terlihat sangat antusias memainkan permainan itu, bahkan beberapa kelompok ada yang berhasil.

Permainan Topong ini direkomendasikan untuk ice breaking atau challenge dalam kegiatan apapun, tak hanya Pramuka. Itu menjadi permainan memang perlu kreativitas sebagai pengembangan bahan edukasi.

Dengan begini, mereka mengasah soft skill dapat dipelajari dengan nyaman dan penuh gairah. Bagaimanapun, selain passionhard skill, soft skill menjadi salah satu kompetensi yang harus dibina sejak dini untuk kesiapan dan kemandirian siswa-siswi ke depan.

Soft skill itulah yang nanti akan menentukan bagaimana komptensi seseorang berada di sebuah lingkungan organisasi atau masyarakat. Ilmu yang bermanfaat adalah ketika ia berguna di masyarakat.

Hal ini juga yang selalu diperhatikan dalam kegiatan semacam Pramuka dan organisasi siswa lainnya yang senada.

Ahmad Junaidi
Pengajar di SDIT Salsabila Kepanjen

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help