Berita Jember

Obat Terlarang Mulai Masuk Pesantren, Polres Jember Tangkap Pengedarnya

Berkat kerjasama dengan pengasuh Ponpes, Polres Jember berhasil menangkap pengedar obat terlarang yang menjual ke para santri.

Obat Terlarang Mulai Masuk Pesantren, Polres Jember Tangkap Pengedarnya
surabaya.tribunnews.com/erwin wicaksono
Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo saat menunjukkan tersangka pengedar obat terlarang di Pondok Pesantren. 

SURYA.co.id | JEMBER - Polres Jember berhasil menangkap pengedar obat terlarang yang mengedarkan obat-obatannya lingkungan pondok pesantren, Jumat (2/3/2018).

"Kemarin jajaran Polres Jember berhasil menangkap pengedar obat Trihexyphenidyl (Pil Trex), hal ini bisa terungkap berkat komunikasi yang sinergis antara Polres Jember dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jember" terang kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo

Ia menyampaikan itu ketika menggelar rilis pers mengenai penangkapan pengedar obat terlarang, siang itu di Kantor Polres Jember (2/3/2018).

Dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukan, Polres Jember mengamankan seorang pria berinisial AW, warga Dusun Karang Tengah, Desa Pace Kecamatan Silo, yang kedapatan menyimpan 5300 butir Pil Trex dan kemudian mengedarkan ke santri Pesantren.

Penangkapan bermula ketika ada keluhan dari salah satu pengurus Pondok Pesantren yang mencium kecurigaan terhadap gerak-gerik santrinya yang terindikasi mengkonsumsi obat terlarang tersebut.

"Ini kecurigaan dari pihak Pondok Pesantren sudah 2 - 3 minggu lalu, kemudian Pondok Pesantren melapor kepada kami dan seketika itu kami langsung melakukan penyelidikan" tutur Kusworo.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan polisi terkait adanya obat terlarang masuk ke Pondok Pesantren, dibenarkan oleh tersangka yang pernah menjual Pil Trex kepada santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jember.

Polres Jember juga berhasil menginterogasi santri yang membeli obat terlarang tersebut.

"Seperti yang sudah kita lakukan, kita sudah interogasi bahwasanya pelaku membenarkan pernah menjual kepaa santri dan santri juga membenarkan pernah beli ke tersangka," tambah Kusworo.

Polres Jember terus akan melakukan penyelidikan dan pencegahan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui instansi-instansi seperi sekolah, dinas dan perusahaan mengenai bahaya dari penggunaan obat terlarang ini.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved