Berita Sumenep

Setelah Sukses Padi dan Jagung, Pemerintah Berharap Sumenep Swasembada Kedelai

“Saya berharap, Sumenep bisa swasembada kedelai, setelah sebelumnya sukses di padi dan jagung,” terang Sumardjo.

Setelah Sukses Padi dan Jagung, Pemerintah Berharap Sumenep Swasembada Kedelai
surya/khairul amin
Dirjen Tanaman Pangan, Sumardjo Gatot Irianto memberikan sambutan pada panen raya jagung hibrida di Desa Sentol Daya, Sumenep. 

SURYA.co.id | SUMENEP – Guna meningkatkan produksi Padi, Jagung, Kedelai (Pajali), Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto menggelar panen raya jagung hibrida di Desa Sentol Daya, Sumenep, Rabu (28/2/2018).

Panen raya tersebut juga dihadiri oleh Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi, Kadis Pertanian Jawa Timur, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Pangdam V/Brawijaya, Direktur BNI, Konjen Australia, Kepala BPTP Jawa Timur, Forpimda, Kabupaten Sumenep, serta seluruh Kelompok Tani di Kebupaten Sumenep.

 Selesai melakukan panen raya, secara simbolis juga dilakukan gerakan tanam serentak kedelai.

 “Saya berharap, Sumenep bisa swasembada kedelai, setelah sebelumnya sukses di padi dan jagung,” terang Sumardjo.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan secara simbolis hasil panen jagung hibrida menuju gudang PT. Hexa, dengan pemukulan gong sebanyak lima kali.

 Sumardjo juga berharap para petani melakukan sistem tanam tumpang sari (satu lahan ada dua komoditas).

 “Selain jagung, harus juga ada kedelai, selain mencegah risiko kegagalan, juga akan menyuburkan tanah,” tutur Sumardjo.

 Sementara itu, Aster Kasad TNI AD, Mayjen TNI Supartodi menegaskan bahwa TNI sudah bekerjasama dengan BNI untuk mendukung ketahanan pangan.

 “Setiap petani sudah disediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 7% dalam satu tahun,” terang Supartodi.

Supartodi juga menerangkan, dengan KUR para petani bisa mengajuka pinjaman Rp 25 juta rupiah tanpa anggunan.

 Supartodi berharap, KUR bisa memenuhi kebutuhan dana produksi para petani.

 Sementara di lapangan, para petani akan didampingi oleh Babinsa.

“Kalau ada masalah, termasuk juga tentang adanya mafia tengkulak, silahkan hubungi mereka, saya sudah instruksikan pada mereka untuk bekerja penuh pada rakyat,” terang Supartodi.

Diakhir acara juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan KUR terhadap perwakilan lima Babinsa, pengecer pupuk, dan petani.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help