Berita Jombang

Dua Bulan, Ada 22 Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto, Gara-gara Konstruksi Jalan Bergelombang?

Belum lama beroperasi, namun sedikitnya sudah terjadi 22 kali kecelakaan di jalan tol Jombang-Mojokerto.

Dua Bulan, Ada 22 Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto, Gara-gara Konstruksi Jalan Bergelombang?
surya/sutono
Sejumlah suporter Persebaya (bonek) terluka setelah minibus yang ditumpanginya terguling di tol Jombang-Mojokerto (Jomo), 3 Februari lalu 

SURYA.co.id | JOMBANG - Meski belum lama beroperasi, namun sedikitnya sudah terjadi 22 kali kecelakaan di jalan tol Jombang-Mojokerto atau tol Jomo.

Dari jumlah itu, sebanyak dua orang meninggal.

Data kecelakaan itu terhitung mulai Januari hingga Februari 2018.

"Rata-rata, kecelakaan itu terjadi antara pukul dua hingga pukul tiga sore. Mereka rata-rata mengantuk hingga terjadilah kecelakaan," Kepala Dept Pelayanan Lalu Lintas, Keamanan dan Ketertiban Astra Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, Zanuar Firmanto, Rabu (28/2/2018).

Disinggung apakah kecelakaan disebabkan kontruksi jalan yang bergelombang, Zanuar membantah.

Menurut Zanuar, sebelum ruas tol Jomo dioperasikan, terlebih dulu dilakukan uji kelayakan.

Yakni, memeriksa kekesatan dan kerataan jalan.

Tim yang melakukan uji kelayakan berasal dari pihak terkait, yakni PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Kepolisian.

Hasilnya, jalan tol Jomo sudah lulus dari uji kalayakan tersebut.

"Kita lulus uji kelayakan. Makanya ruas tol ini dioperasikan. Rata-rata yang mengalami kecelakaan karena sopirnya mengantuk. Ada juga kendaraan yang melaju dengan kecepatan di atas 120 km/jam. Seperti kecelakaan yang menimpa rombongan Bonek beberapa waktu lalu. Kendaraan yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan 150 kilometer per jam," pungkas Zanuar.

Penulis: Sutono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help