Berita Pendidikan Surabaya

BOS Tak Kunjung Cair, Sekolah Keluhan Subsidi Gaji GTT-PTT Lambat, termasuk Khawatirkan Persiapan UN

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama ini tak kunjung cair. Padahal sekolah menghadapi berbagai persiapan untuk Ujian Nasional (UN).

BOS Tak Kunjung Cair, Sekolah Keluhan Subsidi Gaji GTT-PTT Lambat, termasuk Khawatirkan Persiapan UN
surya/nuraini faiq
Suasana Ribuan honorer dan GTT saat konsolidasi mendesak disahkannya Revisi UU ASN di Gedung Juang Surabaya, Minggu (14/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama ini tak kunjung cair. Padahal sekolah harya menghadapi berbagai persiapan untuk Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Seluruh kebutuhan operasional harus ditanggung masing-masing satuan pendidikan dengan mengoptimalkan pengeluaran.

Seperti diungkapkan Kepala SMKN 2 Surabaya Djoko Priatmodjo. Hingga dua bulan terlewat, BOS triwulan satu belum terdengar kabar pencairannya. Padahal melalui dana BOS tersebut, sekolah harus memenuhi seluruh kebutuhan untuk pelaksanaan UN maupun USBN.

“Tidak ada anggaran khusus untuk pelaksanaan UN. Makanya kebutuhan banyak sekali yang harus ditutupi dengan dana BOS,” tutur Djoko dikonfirmasi Kamis (1/3/2018).

Djoko menjelaskan, sejumlah kebutuhan menjelang UN dan USBN antara lain maintenance perangkat komputer, penataan jaringan LAN serta pembayaran honor proktor dan pengawas ujian.

Selain itu, di SMK juga terdapat Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang melibatkan LSP atau kalangan dunia usaha dan industri.Di sisi lain, kebutuhan rutin untuk operasional sekolah juga sudah cukup tinggi.

“Dalam penyelenggaraan USBN ini nanti diperkirakan sampai 12 jam. Sehari ada dua mapel dikalikan tiga sesi. Satu mapel waktunya dua jam tiap sesi, jadi perkiraan sampai jam 17.00,” tutur dia.

Kalau untuk ujian ini, baik UN, USBN maupun UKK kita tidak diperkenankan menarik biaya ke siswa.

Setiap triwulan, dikatakannya, pemasukan dari BOS di sekolahnya bisa mencapai Rp 800 juta. Sementara dana yang berasal dari SPP mencapai Rp500 juta, dengan catatan semua siswa membayar tepat waktu.

“Kalau dana dari SPP itu bisa menarik 50 persennya saja tiap bulan sudah sangat bagus. Karena banyak yang diberi keringanan bahkan gratis,” kata Djoko.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help