Faktor Utama Macet Sidoarjo karena Volume Kendaraan dan Terkendala Anggaran

Dari evaluasi yang dilakukan Satlantas Polres Sidoarjo, kemacetan parah terjadi pada jam-jam tertentu.

Faktor Utama Macet Sidoarjo karena Volume Kendaraan dan Terkendala Anggaran
surya/m taufik
Kondisi Bundaran Aloha, Senin (26/2) petang. Lokasi yang kerap dikeluhkan pengguna jalan karena macet parah setiap pagi dan sore hari. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kemacetan parah yang kerap terjadi di sejumlah titik di Jalan A Yani Gedangan Sidoarjo akibat tingginya volume kendaraan yang melintas di sana.

Dari evaluasi yang dilakukan Satlantas Polres Sidoarjo, kemacetan parah terjadi pada jam-jam tertentu. Khusus saat pagi ketika banyak warga hendak berangkat kerja dan berangkat sekolah, serta sore hingga malam ketika jam pulang kerja.

"Selain pagi dan sore, kepadatan biasa terjadi saat hari Senin pagi atau awal pekan untuk arah ke Surabaya, dan Jumat sore menjelang akhir pekan dari arah sebaliknya," kata Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Dhyno Indra Setyadi, Senin (26/2/2018).

Saat awal pekan, Dhyno memantau kepadatan sudah terjadi sejak pagi buta. Dan plat nomor kendaraan yang melintas, utamanya mobil, kebanyakan dari luar kota. Seperti Malang dan sebagainya. Sebaliknya, ketika menjelang akhir pekan, kepadatan terjadi sampai malam hari.

Artinya, jalur ini bukan hanya juga banyak dimanfaatkan oleh warga Sidoarjo, tapi juga warga dari berbagai daerah. Makanya volume lalu lintas di jalur tersebut selalu padat.

Kendati demikian, Dhyno menyebut bahwa kemacetan yang terjadi selalu bisa terurai dengan menempatkan personil di titik-titik kemacetan. Setiap titik, setidaknya satu atau dua orang petugas lalu lintas disiagakan.

"Jika kepadatan semakin parah, petugas melakukan diskresi dengan cara pengaturan manual untuk mengurai kepadatan," sambung mantan Kasat Lantas Polres Tuban ini.

Terkendala Anggaran

Rencana pembangunan frontage road sisi timur jalan A Yani di Gedangan untuk mengatasi kemacetan di sana sudah dilakukan sejak tahun 2013 dan direncanakan baru akan rampung tahun 2021 mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan, pelaksanaan program ini terkendala anggaran. "Sejak tahun 2013, setiap tahun cuma dapat anggaran Rp 5 M untuk pembangunan. Sehingga hanya bisa membangun lahan yang sudah didapat dari hibah perusahaan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved