Berita Jombang

Pura-pura Usir Setan di Tubuh Siswi, Guru SMP di Jombang Cabuli 25 Murid, Satu Disetubuhi di Gudang

"Korbannya mencapai 25 anak. Dari jumlah itu, terdapat anak disetubuhi," ujar Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi.

Pura-pura Usir Setan di Tubuh Siswi, Guru SMP di Jombang Cabuli 25 Murid, Satu Disetubuhi di Gudang
surya/sutono
ME (tengah) oknum guru cabul diperlihatkan polisi beserta barang buktinya di Polres Jombang. 

SURYA.co.id |  JOMBANG - Guru semestinya diguru lan ditiru (dipercaya dan jadi panutan). Namun, Oknum guru yang satu ini jauh dari pepatah tersebut. 

Hal ini lantaran guru SMP Negeri 6 Jombang berinsial ME (48) itu menjadi tersangka pencabulan atas 24 siswinya.

Dari jumlah itu, terdapat seorang korban yang disetubuhi di gudang musala sekolah setempat.

Hal itu terkuak setelah Satreskrim Polres Jombang melakukan pemeriksaan terhadap 24 saksi korban.

"Korbannya mencapai 25 anak. Dari jumlah itu, terdapat anak disetubuhi," ujar Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi, saat press release, Senin (26/2/2018).

Gatot menjelaskan, untuk memperdayai korbannya, ME menggunakan metode rukyah.

Kepada muridnya, guru Bahasa Indonesia ini kerap bercerita tentang setan dan jin yang masuk ke tubuh manusia.

Kemudian, lelaki warga Desa Jabon, Kecamatan Jombang Kota ini menawarkan kepada muridnya untuk dirukyah.

Tujuannya agar setan yang ada di tubuh siswi tersebut keluar. Hanya saja, rukyah yang dilakukan ME hanya modus dari pelaku.

Pasalnya, saat rukyah, dia justru menggerayangi bagian-bagian sensitif korban. Bahkan, lanjut Gatot, ada satu korban berinisial E yang disetubuhi oleh pelaku.

"Lokasinya bermacam-macam. Ada di kelas, gudang musala sekolah, serta di mobil pelaku. Saat menyetubuhi satu korbannya, ME melakukannya di gudang musala," ujar Gatot.

Gatot menambahkan, sejauh ini sudah 24 korban yang dimintai keterangan. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya mobil Isuzu S 1960 WS warna biru metalik milik pelaku. Kemudian baju pramuka milik para korban, serta seragam guru warna abu-abu.

Atas perbuatannya, korban dijerat pasal 82 Ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Juncto pasal 65 KUHP.

"Ancamannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," pungkas Gatot.

Penulis: Sutono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help