Berita Tulungagung

Pukul Siswa Pakai Penggaris, Guru SMP di Tulungagung Dipolisikan. Begini Klarifikasi Kepala Sekolah

Seorang guru SMP di Tulungagung dipolisikan gara-gara pukul siswa pakai penggaris. Ternyata, begini kronologi sebenarnya..

Pukul Siswa Pakai Penggaris, Guru SMP di Tulungagung Dipolisikan. Begini Klarifikasi Kepala Sekolah
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kepala Sekolah SMPN 1 Tulungagung, Drs Fauji, sempat dipanggil ke Polres Tulungagung, untuk memberikan klarifikasi kasus kekerasan guru terhadap siswa.

Sebelumnya, seorang guru IPS diadukan telah memukul seorang siswa Kelas VII M, E (14) dengan penggaris.

Pemukulan itu terjadi pada Rabu (21/2/2018) saat pelajaran IPS.

Orang tua ER kemudian mengadukan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung, Kamis (21/2/2018).

Selain ER, ada sejumlah siswa lain yang menjadi korban pemukulan, yaitu DN, AD, BT, AL dan HG.

Fauji membantah ada kasus pemukulan kepada para siswa. Sebab guru IPS yang saat itu mengajar, Lasini dikenal sangat sabar. Kejadian bermula saat sekelompok siswa berperilaku nakal saat presentasi.

“Ada kelompok yang sedang presentasi, kelompok siswa ini malah membuat gaduh sampai naik ke atas meja. Guru yang terkenal sabar ini akhirnya mengambil tindakan,” terang Fauji, Senin (26/2/2018).

Menurut Fauji, Lasini mengambil penggaris dan memukul para siswa yang dianggap mengganggu itu. Namun pukulannya bukan untuk melukai, hanya sekedar untuk mengingatkan. Tidak ada yang terluka akibat pukulan itu.

“Buktinya dari sekian banyak siswa yang katanya dipukul itu, hanya satu yang melapor. Yang lain mengaku bersalah dan tidak ada masalah,” tambah Fauji.

Fauji sempat melakukan klarifikasi ke UPPA Polres Tulungagung. Sebab saat itu orang tua ER tidak mau pulang dari Polres, sebelum ketemu dirinya. Setelah melakukan klarifikasi, semua selesai dengan damai.

“Setelah kami jelaskan kondisi sebenarnya, orang tua siswa bisa menerima. Masalah selesai dengan damai,” tegas Fauji.

Sebelumnya orang tua ER sempat protes, karena tidak bisa bertemu dengan Lasini.

Fauji beralasan, Lasini juga mengajar di SMP Islam Ngunut, untuk memeuhi jam mengajar 24 jam seminggu. Saat orang tua ER datang, Lasini sedang mengajar di Ngunut.

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help