Perempuan lebih berisiko terkena diabetes, Dokter Ahli Ini Berikan Tips Screening dari Rumah

"Biasanya pasien diabet itu tidak tahu kalau dia terkena diabet. Jadi datang ke dokter ketika sakitnya sudah akut," sambungnya.

Perempuan lebih berisiko terkena diabetes, Dokter Ahli Ini Berikan Tips Screening dari Rumah
surya/akira tandika
dr. Pramono Ari W, Sp.OT membagikan informasi mengenai diabetic foot pada Seminar PPLIPI di Best Western Papilio Hotel, Jumat (23/2/2018) 

SURYA.co.id | Surabaya - Kaum Hawa lebih berisiko terkena diabetes ketimbang kaum Adam. Hal ini diungkapkan founder Diabetic Foot Clinic Surabaya, dr Pramono Ari W SpOT, pada seminar Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) di Best Western Papilio Hotel, beberapa waktu lalu.

Ari mengatakan, dibandingkan pria, wanita berisiko lebih besar terkena diabetes.

"Diabetes ini lebih sering menyerang wanita, hal tersebut terkait horminal, keturunan, dan angka obesitas pada perempuan yang lebih tinggi," kata Ari.

Sebaiknya, perlu dilakukan screening secara berkala di rumah sakit (RS) untuk mengetahui potensi penyakit ini. Waktu yang ideal untuk melakukan screening atau pun medical check up adalah tiap enam bulan sekali.

Namun seiring mobilitas dan aktivitas masyarakat modern, kesempatan untuk memeriksa ke RS sangat sulit dilakukan karena kendala waktu.

"Biasanya pasien diabet itu tidak tahu kalau dia terkena diabet. Jadi datang ke dokter ketika sakitnya sudah akut," sambungnya.

Kendati demikian, Ari menyebut ada cara mudah, murah, dan bisa dilakukan di manapun untuk mendeteksi diabetes, yakni memperhatikan kaki.

Jika seseorang sering mengalami mati rasa pada telapak kaki, kulit kering pada kaki bagian bawah, bentuk telapak kaki berubah, dan atau terdapat luka yang tidak kunjung sembuh di sekitar telapak kaki, ini merupakan penanda diabet.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan screening diabetes di rumah:

1. Periksa kaki setiap sebelum mandi pagi dan sore, apakah ada luka atau tidak pada kaki.
2. Bersihkan dengan sabun dan air hangat, agar kulit kaki lebih lembut. Jangan lupa untuk menggunakan sabun dengan ph yang netral.
3. Jaga agar kulit pada kaki tetap lembut.
4. Potong kuku secara berkala dan jangan terlalu pendek, karena akan ada area di bawah kuku yang mengalami luka, jika kuku dipotongterlalu pendek.
5. Mata ikan atau calluses juga bisa dijadikan penanda bagi tubuh jika kaki tidak mendapat tumpuan yang bagus.
6. Proteksi telapak kaki dengan alas yang nyaman, baik di dalam rumah atau luar rumah.
7. Gangguan saraf di telapak kaki. Gangguan ini mengakibatkan kaki sudah tidak bisa membedakan suhu panas dan dingin.
8. Jaga aliran pada darah, hindari penggunaan atau meletakkan hal di kaki dalam posisi yg lama. Seperti penggunaan stocking, atau pun kaus kaki yang sangat ketat.
9. Monitor berkala kadar gula darah.
10. Periksa ke dokter ahli.

Penulis: Akira Tandika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help