Berita Surabaya

Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Bos PT GBP, Henry J Gunawan Dituntut 4 Tahun Penjara

Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry J Gunawan dituntut 4 tahun penjara atas perkara penipuan dan penggelapan jual beli tanah.

Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Bos PT GBP,  Henry J Gunawan Dituntut 4 Tahun Penjara
surya/anas miftakhudin
Terdakwa Bos PT GBP Henry J Gunawan mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU Ali Prakoso di PN Surabaya, Senin (26/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry J Gunawan dituntut 4 tahun penjara terkait perkara penipuan dan penggelapan jual beli tanah di kawasan Celaket, Malang.

Persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (26/2/2018), atas laporan Notaris Caroline C Kalempung.

Hal itu terungkap dalam pembacaan dakwaan oleh  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso SH  setebal 79 halaman.

Ali Prakoso menyebut bahwa terdakwa didakwa dengan dakwaan alternatif, yakni melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Namun, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti yang dihadirkan dalam persidangan, Jaksa Ali Prakoso menyatakan perbuatan Henry Gunawan terbukti melanggar dakwaan pertama yakni 378 KUHP.

Di mana dalam unsur pasalnya adalah melakuan perbuatan dengan memakai nama palsu atau tipu muslihat untuk menggerakkan orang lain menyerahkan barang.

"Menuntut terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan pidana penjara selama 4 tahun," tandas JPU Ali Prakoso saat membacakan surat tuntutan, Senin (26/2/2018).

Dalam tuntutan itu, JPU tidak menemukan adanya alasan pemaaf untuk menghapus perbuatan pidana terdakwa.

Sikap berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya dianggap menjadi alasan pemberat dalam tuntutan jaksa.

"Hal yang memberatakan dikarenakan terdakwa Henry berbelit-belit dan tidak menyesali perbuatannya serta sudah menikmati hasil kejahatannya. Sedang yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum," tandas kembali Ali Prakoso.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved