Berita Magetan

Memprihatinkan, ODGJ Magetan Ada 2098 Penderita

Razia orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) belum tuntas dan masih banyak tercecer. ODGJ masih banyak bisa dilihat dipinggiran jalan...

Memprihatinkan, ODGJ Magetan Ada 2098 Penderita
SURYAOnline/Doni Prasetyo
Tim Gabungan terdiri dari Polisi, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) melakukan operasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Hukum Kabupaten Magetan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Razia orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dilakukan tim gabungan, terdiri dari Polisi, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) belum tuntas dan masih banyak tercecer. ODGJ masih banyak bisa dilihat dipinggiran jalan kawasan Kecamatan Magetan kota.

Menurut Kasubbag Humas Polres Magetan AKP ST Suyatni, operasi ODGJ itu dilakukan untuk antisipasi
maraknya kejadian penyerangan, diduga dilakukan penderita ODGJ terhadap kaum alim ulama yang akhir akhir ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Operasi ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada warga masyarakat, khususnya warga masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Magetan,"kata AKP Suyatni kepada Surya, Sabtu (24/2-2018).

Dikatakan AKP Suyatni, kegiatan operasi ODGJ ini dipimpin langsung Kepala Satuan (Kasat) Sabhara Polres Magetan AKP Sini, dibantu sejumlah personil dari satuan Intelijen Pengaman Polisi (IPP) setempat dan Satpol PP.

"Dari kegiatan itu, tim berhasil membawa dua ODGJ. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Dinkes setelah itu dibawa ke Dinsos untuk diteruskan ke rumah sakit jiwa (RSJ),"kata AKP Suyatni.

Sementara, sesuai cacatan di Dinkes Kabupaten Magetan jumlah ODGJ di 18 wilayah kecamatan di Kabupaten Magetan tercatat sebanyak 2098 orang.

"Yang tercatat itu yang berobat di Puskesmas. Sedang yang tidak berobat, kami (Dinkes) tidak bisa mendeteksi, dan ini biasanya dari kalangan masyarakat menengah keatas,"kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Magetan, Didik Setyo Margono kepada Surya, Sabtu (25/2/2018).

Pelaku pembunuhan di Bulugunung, Plaosan, Magetan, lanjut Dindik, salah satu ODGJ yang tidak dilaporkan dan tidak diketahui pihak Desa Bulugunung, sehingga Dinkes tidak bisa mengcover penderita itu.

"Wahyudi (37) warga Dusun Babar RT30/RW03, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, diduga ODGJ yang membunuh kerabatnya dan melukai dua orang lainnya itu, berobat ke Solo. Sehingga kami (Dinkes) tidak bisa mendeteksi,"ujar Didik.

Seperti diketahui Wahyudi (37) warga Dusun Babar RT30/RW03, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, yang diduga mengidap ODGJ, membunuh Sutopo, warga Dusun Babar RT32/RW03, Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, yang masih ada hubungan keluarga dengan membabat dengan parang (pisau besar).

Tidak sampai disitu, dalam perjalanan keluar dari rumah korban Sutopo, ditengah jalan ketemu Mbok Waginem (75), dan Mbok Painem (75), keduanya warga Dusun Babar RT32/RW 03, setempat, kedua nenek ini juga tak luput dari bacokan. Bahkan Mbok Waginem, tiga jari tangan kanan putus dan bahu kiri luka menganga.

Saat ini tersangka Sutopo yang berhasil diamankan seketika setelah kejadian, dan Polisi masih menunggu hasil observasi dokter jiwa, untuk memproses hukum pelaku pembunuhan dan pembacokan terhadap kedua nenek itu.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help