Kejari Kabupaten Mojokerto Musnahkan Barang Bukti Ratusan Kasus, Narkoba Paling Tinggi

Dalam kasus ini, kasus narkoba masih mendominasi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 130 perkara.

Kejari Kabupaten Mojokerto Musnahkan Barang Bukti Ratusan Kasus, Narkoba Paling Tinggi
surya/rorry nurwawati
Pemusnahan barang bukti uang palsu, minuman keras dan narkoba di halaman kantor Kejaksaan Negeri Mojokerto Jalan RA Basuni, Japan, Kecamatan Sooko, Jumat (23/2) siang. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, musnahkan barang bukti uang palsu, minuman keras dan narkoba di halaman kantor Jalan RA Basuni, Japan, Kecamatan Sooko, Jumat (23/2) siang.

Dalam pemusnahan barang bukti yang sudah berkekuatan tetap ini, Korps Adhyaksa memusnahkan 111 lembar uang palsu, 868 botol minuma keras, dan sisa narkoba hasil persidangan.

"Pemusnahan barang bukti ini, merupakan perkara kasus di akhir 2017 hingga awal 2018. Sekitar lima bulan ada 168 perkara yang hari ini, barang buktinya dimusnakan," kata Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Lubis.

Dalam kasus ini, lanjut Lubis, kasus narkoba masih mendominasi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 130 perkara telah dilimpahkan penyidik kepolisian ke kejaksaan.

"Untuk pemusnahan barang bukti narkoba, hari ini kami musnahkan sisa-sisa hasil dari sample untuk persidangan. Sedangkan yang jumlah besarnya, sudah dimusnahkan penyidik kepolisian atas rekomendasi kami," jelas Lubis.

Selain kasus narkoba, ada perkara uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu, tujuh perkara kasus pencurian, 11 perkara penganiayaan, dan sembilan perkara tipiring.

"Untuk uang palsu, masih dengan modus lama yakni beredar saat pemilihan kepala daerah. Jadi kami menghimbau supaya masyarakat harus cermat saat menerim uang, meski sama tapi memiliki perbedaan," tandasnya

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help