Pilgub Jatim 2018

Gus Ipul Kunjungi Sentra Kerajinan Kuningan di Trowulan, Mojokerto

Di tempat ini, Gus Ipul sempat berbincang untuk menanyakan persoalan yang ada di kalangan pengrajin.

Gus Ipul Kunjungi Sentra Kerajinan Kuningan di Trowulan, Mojokerto
surya/bobby constantine
Gus Ipul di sentra kerajinan kuningan Trowulan, Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Calon Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, menyebut sektor Usaha Kecil Menengah yang berjalan di skala industri rumahan akan menjadi salah satu fokus yang akan dikembangkan pihaknya. Di antara contohnya adalah pengrajin kuningan yang berada kawasan Trowulan, Mojokerto.

Untuk menentukan solusi terbaik bagi UKM tersebut, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini melakukan blusukan di kawasan industri kuningan di Desa Bejijong, Trowulan. Di sini, ada puluhan pengrajin kuningan yang tersebar di pelosok desa.

Gus Ipul tiba di kawasan ini, pada Jumat (23/2/2018) siang. Ia langsung menuju galeri salah satu pengrajin di kawasan ini, Agus Kasiyanto. Di tempat ini juga telah berkumpul beberapa pengerajin setempat.

Setiba di lokasi, Gus Ipul langsung melihat beberapa koleksi galeri ini. Ada beberapa patung Budha, patung abstrak, dan beberapa bentuk lain. Ia juga sempat melihat langsung lokasi produksi yang berada di belakang galeri.

Di tempat ini, Gus Ipul sempat berbincang untuk menanyakan persoalan yang ada di kalangan pengrajin. Berdasarkan penjelasan Agus, ada beberapa masalah yang lazim dihadapi para pengrajin.

Di antaranya, masalah modal dan pemasaran. Misalnya untuk modal, puluhan pengrajin di kawasan ini total membutuhkan tiga ton bahan kuningan dalam sehari berproduksi. Apabila, harga kuningan perkilonya dihargai sebesar Rp60 ribu maka dalam sebulan modal yang dibutuhkan bisa mencapai Rp540 juta.

Belanja modal tersebut belum termasuk kayu sebagai bahan bakar. Serta, bahan lain seperti tanah liat dan lilin. "Sehingga, kalau ditotal, belanja modalnya bisa mencapai satu milyar," ujarnya.

Oleh karena itu, pengrajin memerlukan bantuan modal dari pemerintah. Agus memberikan opsi kepada pemerintah di antaranya melalui pemberian pinjaman lunak.

"Kami memerlukan pinjaman modal dari pemerintah. Mengingat modal yang kami butuhkan memang besar. Di antaranya dengan memberikan pinjaman dengan besaran bunga yang tak terlampau tinggi," usulnya.

Selain besarnya modal yang dibutuhkan, pemasaran juga menjadi salah satu kendala para pengrajin. Pemerintah diharapkan dapat melakukan intervensi dengan membantu promosi maupun pemasaran.

"Selama ini, kami memang telah melayani pasar dalam dan luar negeri. Di antaranya, mulai Bali, Jakarta, Jogja, hingga Malaysia, Amerika, dan Australia. Pemerintah kami harapkan dapat membantu dalam hal penyediaan regulasi, terutama menyangkut ekspor," urainya.

Di sisi lain, Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya akan menginventarisir keinginan para pengrajin tersebut. Menurut cagub yang akan berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno ini, pemberian modal melalui bunga murah merupakan salah satu rencana yang tengah ia siapkan.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan digitalisasi marketing sebagai solusi mempermudah pemasaran. "Inilah salah satu tujuan kami melakukan diskusi bersama para pengrajin," ujar Gus Ipul.

"Kami ingin industri ini tetap tumbuh dan berkem

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help