Road to Election

Menyapa Buruh Pabrik Rokok, Khofifah Sebut Industri Padat Karya Masih Dibutuhkan Jatim

Cagub Jatim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa Jatim masih membutuhkan industri padat karya seperti pabrik rokok

Menyapa Buruh Pabrik Rokok, Khofifah Sebut Industri Padat Karya Masih Dibutuhkan Jatim
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Cagub Jatim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa menyapa buruh pabrik rokok di Malang, Kamis (22/2/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua pabrik rokok di Malang menjadi tujuan navigasi program calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (22/2/2018).

Khofifah mengunjungi pabrik rokok Sampoerna dan juga pabrik rokok Djagung. Industri yang memiliki ribuan tenaga kerja itu dinilai Khofifah penting untuk dikunjungi untuk melihat bagaimana industri padat karya berjalan.

"Bu Khofifah jangan tutup pabrik rokok ya," ucap salah satu pekerja pabrik rokok Sampoerna yang dikunjungi Khofifah saat jam makan siang.

Hal yang hampir senada juga disampaikan para perempuan pekerja di pabrik rokok Djagung. Pabrik rokok yang masih menggunakan peralatan tradisional itu memiliki lebih dari 400 tenaga kerja.

Saat dikunjungi Khofifah, para wanita pekerja itu masih sibuk dengan pekerjannya. Ada yang bagian melinting rokok, mengelem, dan juga bagian packing. Semua tenaga kerjanya adalah perempuan.

"Bayarannya seperti ini mingguan. Saya satu minggu dapat bayaran Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu," kata Munah, salah satu pekerja di pabrik Djagung.

Setiap harinya ibu yang punya tiga anak ini diwajibkan membuat rokok sekitar 2.000 batang rokok.

Khofifah menjawab satu persatu pertanyaan dari para  pekerja di pabrik tersebut. Menurutnya pabrik rokok adalah industri padat karya yang masih menjadi kebutuhan di Jatim.

"Hari ini banyak sekali perusahaan yang lebih berorientasi padat modal. Maka menurut saya pemerintah butuh pemetaan tentang kecenderungan mana yang butuh pengembangan industri padat modal dan mana yang padat karya," kata Khofifah.

Cagub yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, PPP dan PAN ini menyontohkan pegawai pabrik rokok di dua tempat yang ia kunjungi tersebut.

"Karyawan di Sampoerna ini hampir 3.300 orang perempuan, mereka rata-rata adalah tulang punggung keluarga, akivitas rumah tangga sangat bergantung pada ibu-ibu ini," kata lulusan Unair ini.

Itulah sebabnya pemetaan dikatakan Khofifah menjadi penting. Selain itu pemerintah juga bisa mengukur efektivitas untuk padat modal dan padat karya dari skill buruhnya.

"Kita bisa hitung struktur angkatan tenaga kerja, kalau skill labor nya memadai maka bisa dipetakan di industri padat modal. Kalau yang menengah ke bawah maka harus difokuskan untuk yang padat karya," katanya.

Terutama karena saat ini trennya adalah pengusaha memilih yang mudah dengan mengerjakan usaha yang padat modal. Namun tetap saja, menurutnya industri padat karya tidak bisa dihilangkan.

"Aangkatan kerja kita di Jatim masih banyak membutuhkan. Banyak pengangguran, jadi industri padat karya masih menjadi menjadi kebutuhan di Jatim," pungkas Khofifah

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved