Hari Ini Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Mayat Dibakar di Kebun Tebu Kediri

Polisi akan menggelar rekontruksi pembunuhan sadis yang mayatnya ditemukan dalam kondisi luka bakar di lahan tebu di Kediri.

Hari Ini Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Mayat Dibakar di Kebun Tebu Kediri
SURYA.co.id/Mohammad Romadoni
Berita Kediri Pembunuhan di Mayat Tebu 

SURYA.CO.ID, KEDIRI -  Penyidik Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kediri akan menggelar rekontruksi pembunuhan sadis terhadap korban Achmad Wahyu Sobirin (26), yang jenazahnya ditemukan dalam kondisi luka bakar di lahan tebu, Desa Kandat, Kabupaten Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan reka ulang pembunuhan ini untuk melengkapi berkas penyidikan.

Penyidik telah merampungkan pemeriksaan tersangka Mohamad Ubaitul Anas (25) warga Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih.

"Rekontruksi pembunuhan terhadap korban wahyu penjaga rental Playstation (PS) dilakukan besok (hari ini)," tuturnya, Rabu (21/2/2018).

Hanif menjelaskan anggotanya tengah mempersiapkan mekanisme rekontruksi. Tersangka bakal memperagakan sejumlah adegan pembunuhan ini.

Mulai dari adegan tersangka bermain PS di rental yang dijaga korban, hingga membunuh dan membakar tubuh korbannya.

"Rencananya, reka ulang pembunuhan ini akan dilakukan di Halaman Polres Kediri. Untuk tempat lainnya (TKP) menyesuaikan," jelasnya.

Seperti yang diberitakan, warga menemukan jenazah korban dalam kondisi luka bakar di tengah lahan tebu milik Hj. Masamah, Desa Kandat, Kabupaten Kediri.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh buru tani bernama Karni (58) dan Miskan (48).

Tim INAFIS Polres Kediri sempat kesulitan mengidentifikasi korban memakai alat identifikasi berupa Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS). Sebab, Luka bakar 30 persen pada tubuh korban merusak sidik jari dan retinanya.

Identitas jasad pria misterius ini dapat dikenali, ketika kakak korban, Bibah mengenalinya dari kacamata dan pakaian milik korban.

Anggota Sat Reskrim Polres Kediri bergerak cepat melakukan penyelidikan dan memeriksa 12 saksi. Hasil pemeriksaan itu mengarah ke tersangka.

Polisi akhirnya menangkap tersangka dan membongkar pembunuhan sadis ini. Terkait motif pembunuhan adalah tersangka ingin menguasai harta benda milik korban. (don/ Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Tri Mulyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help