Road to Election

Puti Ingin Integrasikan Program Seribu Dewi dengan Smart Village

Cawagub pendamping Cagub Jatim, Saifullah Yusuf ini menyebut optimalisasi program Seribu Dewi bisa dintegrasikan dengan program digital.

Puti Ingin Integrasikan Program Seribu Dewi dengan Smart Village
surya/bobby kolloway
Calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno 

SURYA.co.id | MALANG - Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno, menyebut adanya potensi pengembangan program "Seribu Dewi" (Seribu Desa Wisata) kedepannya.

Cawagub pendamping Cagub Jatim, Saifullah Yusuf ini menyebut optimalisasi program Seribu Dewi bisa dintegrasikan dengan program digital.

Ia mencontohkan digitalisasi tersebut bisa diterapkan di Kampung Warna-Warni, Kota Malang.

"Terpenting, bagaimana akses digital bisa masuk ke tempat-tempat wisata," ujar Puti ketika ditemui di sela kunjungannya ke Kampung Warna Warni di Kota Malang, Rabu (21/2/2018).

Dengan adanya konsep digitalisasi tersebut, bukan hanya mengubah konsep kampung menjadi smart village, namun juga sekaligus mempermudah promosi.

"Masuknya digital ke kampung akan menjadikan desa digital berbasis smart kampung atau desa pintar," ujar kandidat nomor urut dua ini.

"Belum lagi, era teknologi juga dibutuhkan promosi lewat digital. Sehingga, konsep digitalisasi bisa sekaligus mempermudah promosi wisata," lanjut politisi PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi adanya pengembangan desa berbasis masyarakat seperti halnya Kampung Warna-Warni ini.

Yang mana, proses peningkatan tersebut sukses dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.

Mulai dari masyarakat setempat, hingga dosen dan beberapa mahasiswa.

"Saya melihat Kampung Warna Warni adalah salah satu potret dari kreativitas anak-anak muda. Bagimanapun dengan ekonomi kreatif yang sedang tumbuh, tentunya potensi desa wisata, kriya, potensi pertumbuhan ekonominya juga meningkat," urainya.

Potensi wisata juga membuat masyarakat menciptakan inovasi baru.

"Masyarakat lebih kreatif dalam membuat berbagai inovasi. Apalagi, wisata memberikan pemasukan terhadap PDRB kurang lebih 10 persen dari total 1800 triliun," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya membuat program seribu desa wisata (Seribu Dewi).

"Kami akan menggalakkan potensi wisata yang berbasis masyarakat. Di sinilah perubahan ekonomi spending. Mereka tak hanya menghabiskan untuk belanja barang, namun juga pergi ke tempat wisata," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved