Grahadi

Press Release

Pakde Karwo  : Jadikan Bank Jatim Sebagai Regional Champion Bank  

Gubernur Jatim, Soekarwo, meminta Bank Jatim dapat menjadi bank regional terbaik. Bagaimana caranya?

Pakde Karwo  : Jadikan Bank Jatim Sebagai Regional Champion Bank  
ist/humas pemprov jatim
Gubernur Jatim, Soekarwo, saat memberi pemaparan di RUPS Bank Jatim tahun buku 2017, Selasa (20/2/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bank Jatim sebagai salah satu pondasi perbankan di Jatim harus bisa menjadi Regional Champion Bank. Harapan tersebut sangat beralasan, terutama melihat kinerja yang baik selama ini, termasuk tahun 2017 yang berpredikat sehat.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo dalam sambutannya pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 yang digelar PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk atau Bank Jatim, Selasa (20/2/2018).

Dijelaskannya, untuk menjadi Regional Champion Bank, terdapat beberapa syarat utama yang harus dilakukan oleh Bank Jatim. Di antaranya, didukung teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi.

“Penggunaan teknologi di dunia perbankan sangat penting agar pelayanan terhadap masyarakat lebih maksimal,” jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim yang menjadi pemegang saham mayoritas Bank Jatim ini.

Syarat berikutnya, Bank Jatim harus melakukan assesment sumber daya manusia (SDM). Dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Bank Jatim juga harus didukung oleh SDM yang berkompeten, karena SDM berkualitas juga akan berpengaruh dalam penerapan teknologi dalam perbankan.

”SDM berkualitas dan pemberian pemahaman tentang penggunaan teknologi dalam dunia perbankan akan memberi efek bagi nasabah, yaitu terciptanya rasa tenang dan aman," ujarnya sambil menjelaskan perlunya SDM  Bank Jatim untuk diberikan keahlian khusus seperti kemampuan keuangan dan analisa kredit. Apabila tiga syarat terpenuhi, lanjutnya, kinerja Bank Jatim diyakininya akan terus meningkat.

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga meminta agar manajemen Bank Jatim melakukan pembenahan agar "dana idle", dana selisih antara dana titipan pihak ketiga dengan dana yang dipinjamkan kepada masyarakat, terutama UMKM untuk ditingkatkan.

"Dengan demikian, nama Bank Pembangunan Jawa Timur terwujud," pesannya sambil meminta mulai tahun  2018 masing-masing direktur memunculkan inovasi dan agar ada timelines yang jelas pada setiap rencana inovasi tsb.

Tentang kinerja perbankan di Jatim, dijelaskannya, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Pada tahun 2017, pertumbuhan aset perbankan Jatim cukup besar, untuk bank umum tumbuh 9,49 persen, BPR tumbuh 9,30 persen dan Bank Syariah tumbuh 14,21 persen.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help