Citizen Reporter

Ini yang Membuat Batik Tampil Modern

Batik identik dengan etnik yang kuno. Di tangan Gita, pemilik Batik Peppernik, batik menjadi penghias rumah yang unik dan tampil kekinian.

Ini yang Membuat Batik Tampil Modern
ist

Batik adalah salah satu kekayaan seni tradisional Indonesia. Kini, hampir semua kalangan bisa menikmati batik, baik tua maupun muda. Di mana-mana bisa dijumpai batik.

Warisan leluhur bernilai seni tinggi itu menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sangat disayangkan, bila masih ada orang Indonesia tak mengenal batik.

Gita Pramesari, seorang ibu muda yang tinggal di Yogyakarta, tidak menyia-nyiakan peluang untuk berbisnis batik dengan brand Peppernik pada awal September 2017 lalu. Niat awalnya adalah mengisi waktu luang di rumah, sambil mengurus buah hati.

Dengan menjalankan bisnis itu, ibu rumah tangga pun bisa tetap produktif. Target penjualannya bukan hanya di Yogyakarta, melainkan ke kota-kota lain melalui daring.

Gita menciptakan keperluan lifestyle yang menarik dengan harapan kaum muda bisa mengenal batik lebih dekat. Batik yang dipilih Gita adalah batik cap Tasik, Cirebon, dan Yogyakarta.

Karakter batik yang ingin ditonjolkan adalah warna-warni batik yang cerah dan motifnya yang bermacam-macam. Saat ini, beberapa produk yang sudah launching adalah sarung bantal, taplak meja, saputangan, seprei, scarf, pashmina, sampul buku/paspor, dan bahan batik dengan berbagai motif. Peppernik juga menerima pesanan, seperti tas serut, dompet batik, dan rug batik.

Promosi yang gencar dilakukan adalah melalui Facebook dan Instagram. Promosi lainnya, mengajukan sponsorship di even-even tertentu yang masih berkait dengan bisnis batik.

Produk yang paling diminati saat ini adalah sarung bantal dan taplak yang dibuatdengan model yang unik. Rata-rata pembelinya merasa senang dengan produk dariPeppernik. Para pelanggannya telah melakukan pemesanan lagi sebagai tanda kepuasan.

Dalam menjalankan bisnis itu tentu saja Gita tak sendirian. Desain pernak-pernik adalah rancangan Gita, sedangkan untuk tenaga penjahitnya adalah beberapa orang tetangga yang direkrut untuk membantu.

Harga yang ditawarkan sangat terjangkau bagi masyarakat kebanyakan. Harganya bervariasi mulai dari Rp 15 ribu untuksampul paspor, Rp 295 ribu untuk seprei, sampai harga tertinggi bergantung pada permintaan pesanan.

Hal yang menggembirakan bagi Gita saat menjalankan bisnis batik di Peppernik adalah melihat respons positif para pembelinya. “Pembeli yang baru menggunakan batik sebagai keperluan lifestyle berkomentar model dan warnanya manis dan tak berkesan kuno,” katanya.

Gita terus berusaha memperluas promosinya agar batik makin dicintai. Memberi diskon dan hadiah kecil adalah cara Gita untuk memanjakan para pelanggannya.

Wulan Suminarsih
Pengajar BIPA di STBA LIA Jakarta dan penulis freelance

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help