Ekonomi

Bank Jatim Bidik Pertumbuhan Kredit 10 Persen

Bank Jatim membidik pertumbuhan kredit 10 persen di tahun 2018. Target itu lebih tinggi dibanding target tahun 2017. Bagaimana mewujudkannya?

Bank Jatim Bidik Pertumbuhan Kredit 10 Persen
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Dirut Bank Jatim, Soeroso (kedua dari kiri) bersama jajaran direksi dan komisaris baru usai RUPS di Kantor Bank Jatim Surabaya, Selasa (21/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim di tahun 2018 ini mentargetkan pertumbuhan kreditnya mencapai 10 persen. Target itu meningkat dibanding pertumbuhan hingga akhir tahun 2017 lalu yang mencapai 7,01 persen dari total yang mencapai 31,75 persen.

Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso, mengatakan, upaya mencapai target tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan seluruh sektor kredit.

"Baik itu komersial maupun investasi. Bahkan, kami juga akan memperkuat kredit infrastruktur seperti rumah sakit. Saat ini kami membiayai pembangunan rumah sakit Dr Soetomo dan sejumlah rumah sakit Muhammadiyah di sejumlah daerah di Jatim," jelas Soeroso, usai acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2017 di Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Data Bank Jatim menunjukkan, selama 2017, emiten berkode BJTM itu membukukan laba bersih sebesar Rp 1,15 triliun. Tumbuh 12,76 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selama periode tahun 2017, aset perseroan pun tercatat sebesar Rp 51,52 triliun, tumbuh 19,72 persen. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 21,48 persen menjadi Rp 39,84 triliun. Pencapaian DPK tersebut diperkuat dengan CASA rasio atau rasio dana murah Bank Jatim sebesar 69,89 persen.

"Untuk kredit, sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi, yakni sebesar Rp 22,29 triliun atau tumbuh 12,42 persen," ungkap Soeroso.

Terkait rencana bisnis, tahun ini akan mengoptimalkan pendapatan dari fee based income (pendapatan non bunga). Saat ini, kontribusi fee based income terhadap laba di kisaran 19 persen. Optimalisasi pendapatan non bunga ini dilakukan dengan cara mengeluarkan sejumlah produk e-banking. Produk ini mempermudah nasabah dalam transaksi seperti SMS Banking dan juga Mobile Banking.

"Tahun ini kami juga mencanangkan program e-KD atau electronic Keuangan Daerah. Layanan ini untuk memfasilitasi transaksi pemerintah daerah agar lebih rapi dan akuntabel," lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo meminta agar Bank Jatim menjadi Regional Champion Bank. Untuk menjadi Regional Champion Bank, kata dia, Bank Jatim harus didukung teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi.

“Penggunaan teknologi di dunia perbankan sangat penting agar pelayanan terhadap masyarakat lebih maksimal,” katanya.

Syarat berikutnya, Bank Jatim harus melakukan assesment sumber daya manusia (SDM). Dalam memberikan pelayanan maksimal, Bank Jatim harus didukung SDM yang berkompeten. SDM berkualitas akan berpengaruh dalam penerapan teknologi dalam perbankan.

”SDM berkualitas dalam dunia perbankan akan memberi efek bagi nasabah, yaitu terciptanya rasa tenang dan aman," kata pejabat yang akrab disapa Pakdhe Karwo tersebut.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help