Road to Election

Anggaran Bombastis Pilgub Jatim Bikin Pelajar Takjub

Anggaran Pilgub Jatim 2018 mencapai sekitar Rp 817 miliar. Mendengar angka itu, para pelajar di Surabaya ini takjub.

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menggelar sosialisasi pilkada kepada para pemilih pemula yang berlatar belakang pelajar SMA.

Senin (19/2/2018) siang, sosialisasi digelar di SMK Katolik St Louis, Surabaya, dengan menggandenga Komunitas Wartawan Foto Surabaya. 

Komisioner KPU Jatim divisi Partisipasi Masyrakat dan SDM, Gogot Cahyo Baskoro mengatakan bahwa pihaknya menyadari banyak anak muda yang apatis terhadap politik. Selain itu, banyak pula yang mudah terombang-ambing oleh informasi menyesatkan. 

Karena itu, untuk mengedukasi mereka, KPU aktif melakukan jemput bola. 

"Kami tidak mau anak-anak usia pemilih pemula menerima info yang menyesatkan, yaitu propaganda dari pihak tidak bertanggung jawab soal golput bagian dari pilihan, golput adalah bentuk kritik dari sistem, dan itu sebenarnya tidak bisa dibenarkan," kata Gogot. 

Kepada para pelajar di sekolah itu, Gogot menyebutkan bahwa dana untuk sebuah pilgub sangat besar. Di Jatim saja, anggaran Pilgub mencapai sekitar Rp 817 miliar. Karena itu, kesempatan mempergunakan hak pilih sebaiknya tak disia-siakan. 

Mendengar nilai yang disebutkan Gogot, Maria Grace Lusiana siswa kelas XII jurusan komputer ini kaget dan takjub.

Dia tak menyangka jika besar nilai untuk sebuah terselenggaranya pemilihan menggunakan uang cukup banyak.

"Kami bersyukur bisa ada sosialisasi ini, jujur saja saya ini nggak tertarik sama sekali dengan politik. Bahkan baca berita politik jarang dan merasa bahwa pemilu ini tidak terlalu penting, sampai dengar sosialisasi barusan ternyata peran pemilih pemula seperti kami penting," aku perempuan bekacamata ini.

Grace mengaku setelah ini, sebelum pemilihan pilgub nanti dia akan melakukan pencarian di internet soal figur yang ada didaftar calon.

"Paling mudah cari di internet itu latar belakangnya, visi misi, juga realisasi program. Kalau saya sih nggak mungkin memilih yang cuma ngomong tapi nggak ada kerjannya. Lalu kalau ada sogokan dalam bentuk apapun saat sebelum pemilihan nanti, saya gak akan pilih," katanya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help