Berita Surabaya

Resepsi Pernikahan Unik, Padukan Dua Budaya Berbeda Tionghoa dan Jawa

Konsep resepsi pernikahan ini sangat unik. Selain mementaskan wayang potehi, ada tarian naga dan barongsai di sela-sela acara.

Resepsi Pernikahan Unik, Padukan Dua Budaya Berbeda Tionghoa dan Jawa
surya/danendra kusuma
Pertunjukan wayang potehi pada resepsi pernikahan Stefanus dan Maria Claudia di Ballroom JW Marriott Surabaya, Sabtu (17/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pagelaran wayang potehi ikut menjadi bagian di rangkaian resepsi pernikahan Stevanus Alvin Permana Rusliyanto dengan Maria Claudia Novaquita, di Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya, Sabtu (17/02/2018) pukul 20.00

Acara resepsi pernikahan ini dihadiri ratusan tamu undangan baik dari rekan maupun saudara kedua mempelai.

Di balik pertunjukan wayang potehi ini tersirat makna akan muatan budaya yang mulai terlupakan.

Wayang potehi ini dimainknan dua dalang, 3 pemain musik, serta background peperangan dihiasi ornamen lampion di setiap sisinya.

Wayang potehi kali ini menceritakan tentang peperangan yang dibumbui percintaan.

"Iya, cerita dari wayang potehi tadi ada sangkut pautnya dengan pernikahan, karena ceritanya tentang cinta katanya sih begitu," ungkap Stevanus Alvin Permana Rusliyanto.

Konsep resepsi pernikahan ini sangat unik.

Selain mementaskan wayang potehi, ada tarian naga dan barongsai di sela-sela acara.

"Berangkat dari konsep nasionalisme dan kebhinekaan, bahwa budaya kita ini beragam dalam acara pernikahan ini dilebur menjadi satu. Tak melulu acara pernikahan itu mengarah ke western," ujarnya.

Stefanus mengatakan, konsep awal ingin mendatangkan Reog Ponorogo.
Namun, kepala reog yang cukup besar tidak bisa masuk apalagi saat di kibas-kibaskan.

"Kita sesuaikan aja dengan ruangannya" tandas mempelai pria tersebut.

Meski begitu suasana perpaduan antar budaya Tionghoa dengan Jawa terasa kental.

Terbukti di depan panggung ada wayang gunungan serta lampion yang bergantungan.

Rancangan konsep acara yang unik ini memakan waktu hanya dua bulan.

Stefanus berharap dengan konsep pernikahannya, orang-orang bisa menghargai antar sesama serta toleran terhadap perbedaan yang ada.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help