Surya/

Berita Surabaya

Seberapa Bahaya Risiko Pasang Ring Jantung? Ini Jawaban Dokter Ahlinya

Bagi sebagian orang, pemasangan ring jantung dianggap sebagai tindakan yang menyeramkan. Tetapi apakah itu benar atau cuma mitos? ini jawab dokter.

Seberapa Bahaya Risiko Pasang Ring Jantung? Ini Jawaban Dokter Ahlinya
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Kateterisasi jantung dan pemasangan ring pertama yang digelar di RSI Jemursari, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA –Proses pemasangan ring jantung merupakan tindakan yang minim resiko. Karena merupakan tindakan non bedah, maka pasien bisa segera pulang setelah observasi pemasangan ring selesai.

dr Rohmad Romdoni, spesialis penyakit jantung menjelaskan pemasangan ring dilakukan pada pasien yang mengalami penyempitan pembuluh darah.

Dikatakannya, pemasangan ring jantung merupakan prosedur nonbedah di bawah anestesi lokal yang diberikan di daerah pergelangan tangan ataupun pangkal paha. Maka, selama tindakan berlangsung pasien akan dalam keadaan sadar.

“Sebenarnya lebih mudah lewat pangkal paha, tetapi ya selama prosesnya tidak boleh bergerak kakinya. Kalau di tangan masih bisa lebih fleksibel nanti pasiennya,” ungkap pria yang juga direktur RSI Jemursari ini.

Risiko tindakan kateterisasi jantung sangatlah kecil, biasanya pemeriksaan kateterisasi berlangsung tanpa masalah. Risiko yang bersifat sementara berupa luka memar akibat suntikan jarum, reaksi sensitif atau kepekaan pada zat kontras, ataupun gangguan irama jantung.

“Rasa panas saat prosesnya itu ya saat zat kontras dimasukkan,” ujarnya.

Baca: Untuk Pertama Kalinya, RSI Jemursari Surabaya Gelar Kateterisasi Jantung dan Pemasangan Ring

Baca: RSI Jemursari Layani Operasi Pasang Ring Jantung, 90 Pasien BPJS Sudah Antre

Pemasangan ring jantung akan memperbaiki aliran darah dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada otot jantung sehingga bisa mengurangi nyeri dada (angina) dan sesak napas.

Hanya saja pasien penyempitan pembuluh jantung, biasanya punya faktor risiko seperti merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol, stres, atau ada anggota keluarga yang mengalami masalah serupa. Sehingga memperbaiki gaya hidupnya akan mengefektifkan pemakaian ring.

“Kalau setelah dipasang ring tidak dijaga pola hidupnya ya baru 1 atau 2 tahun sudah menyempit lagi pembuluh darahnya sampai 20 persen,” ujarnya.

Untuk itu, pasien yang pernah melakukan pemasangan ring jantung harus melakukan pemeriksaan kembali 2 tahun setelah pemasangan.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help