Berita Surabaya

Ditagih Mahasiswa soal Kasus P2SEM, Kejati Disebut Janji setelah Pilkada Periksa Anggota DPRD Jatim

Mereka menagih janji Kajati Jatim yang akan menuntaskan pengusutan kasus korupsi dana hibah Program Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Ditagih Mahasiswa soal Kasus P2SEM, Kejati Disebut Janji setelah Pilkada Periksa Anggota DPRD Jatim
surabaya.tribunnews.com/anas miftakhudin
Aktivis mahasiswa saat menggelar aksi di depan gedung Kejati Jatim di Jalan A Yani untuk kembali mengusut kasus P2SEM, Rabu (31/1). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Korupsi (Komak)  mendatangi gedung Kejati Jatim, Kamis (15/2/2018).

Mereka menagih janji Kajati Jatim Maruli Hutagalung SH yang akan menuntaskan pengusutan kasus korupsi dana hibah Program Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Kedatangan Komak disambut positif oleh Aspidus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi SH. Mereka langsung melakukan audensi selama satu jam.

Usai audensi bersama Aspidus Kejati Jatim, Ketua Komak, Asmui Karim mengaku memberikan dorongan pada Kejati Jatim yang sebelumnya berjanji akan membuka kembali kasus P2SEM.

"Kami minta diusut hingga ke akar-akarnya dan minta Kejati Jatim untuk menindaklanjuti laporan almarhum Fathurrosjid. Kami juga minta Kejati Jatim untuk mengembangkan kasus P2SEM sesuai dengan fakta hukum di persidangan Fathorrosjid dan dr Bagoes,” ungkap Asmui.

Asmui mengapresiasi sikap mantan Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi yang sudah menyambut positif kedatangan Komak dan berjanji menuntaskan kasus ini hingga tuntas.

"Dalam audensi tadi, Pak Aspidus telah berkomitmen untuk mengungkap kasus P2SEM ini dan menindaklanjuti laporannya (alm) Fathurrosjid,” sambung Asmui.

Tak hanya itu, Kasus P2SEM ini lanjut Asmui, ternyata telah menjadi prioritas dari Kejati Jatim. Namun saat ini Kejati Jatim masih terkendala untuk memeriksa beberapa anggota dewan yang saat ini tengah bertarung di Pilkada serentak.

"Setelah Pilkada, Aspidus berjanji akan memeriksa anggota DPRD Jatim yang namanya telah disebut oleh Fathorrosjid," kata Mahasiswa Jurusan FISIP Universitas WR Soepratman ( Unipra).

Asmui menegaskan, Komak akan terus menendorong Kejati Jatim dan mengawal kasus P2SEM ini. Pasalnya, kasus P2SEM sangat menyengsarakan rakyat khususnya rakyat Jatim.

"Nilai kerugiannya negara hingga puluhan milliar rupiah,” tegasnya.

Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, mengungkapkan penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti atas kasus itu.

Penyidik juga sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang dinilai tahu terkait pencairan P2SEM.

"Kalau sudah oke, nanti akan kami kasih tahu ke media," jelasnya.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help