Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Telkom Asah Skill Teknisi untuk Dukung Target Kenaikan Pelanggan Indihome

PT Telkom Indonesia Divre V Jatim - Bali - Nusa Tenggara tahun 2018 ini menargetkan ada peningkatan pelanggan Indihome.

Telkom Asah Skill Teknisi untuk Dukung Target Kenaikan Pelanggan Indihome
Foto: istimewa
Demi memberi pengalaman terbaik bagi pelanggan, lebih dari 100 teknisi Indihome ikuti lomba Indihome Frontliner Competition 2018, yang salah satu lombanya adalah ketrampilan dan kecepatan dalam melakukan penanganan gangguan di lapangan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Telkom Indonesia Divre V Jatim - Bali - Nusa Tenggara tahun 2018 ini menargetkan ada peningkatan pelanggan Indihome.

Selain agresif dalam hal pemasaran dan pelayanan, mereka juga meningkatkan keahlian teknisi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan maupun pelanggan.

Salah satu untuk meningkatkan keahlian atau skill teknisi ini, lebih dari 100 orang teknisi ditampilkan di dalam ajang lomba Indihome Frontliner Competition (IFC)  digelar di Learning Event Area Telkom Surabaya, Rabu (14/2/2018). Tahun ini, pelaksanaan IFC memasuki tahun ketiga.

“IFC ini punya kontribusi besar dalam meningkatkan skills teknisi, baik untuk penanganan gangguan maupun instalasi pasang baru” ungkap Suparwiyanto, Executive Vice President Telkom Regional 5 Jatim, Bali, Nusra.

Tercatat dalam setahun terakhir, kecepatan teknisi dalam penanganan gangguan meningkat 40 persen dengan indikasi peningkatan produktifitas teknisi. Demikian juga di sisi kecepatan instalasi yang meningkat 20 persen.

"Saat ini kami sedang melakukan proses pergantian atau migrasi jaringan tembaga ke fiber optik yang dilakukan secara bertahap di berbagai kawasan di seluruh Indonesia, termasuk di Jatim, Bali, dan Nusra. Dengan jenis jaringan yang berbeda, tentu akan membutuhkan skills yang khusus, skills yang lebih tinggi sehingga kami terus menerus upayakan peningkatan skill mereka," ungkap Suparwiyanto.

Ujungnya langkah ini demi memberikan customer experience terbaik bagi pelanggan.

Dicontohkannya dari sisi ekspektasi pelanggan, dulu dengan kabel tembaga, pelanggan hanya bisa menikmati layanan single product, seperti halnya voice dan internet dengan kecepatan maksimal mungkin hanya sampai 3 Mbps.

"Dengan layanan single product tersebut, ekspektasi pelanggan dalam menggunakan internet dengan kecepatan hanya sampai 3 Mbps itu masih sangat terbatas. Beda dengan yang sudah menggunakan fiber optik dengan bandwidth atau kecepatan sampai ratusan Mbps,”jelasnya.

Ivone Andayani, Manager Sekretariat & Public Relations Telkom Regional V Jatim, Bali, Nusra, menambahkan, ketika menggunakan internet dengan kecepatan sampai ratusan Mbps, kemungkinan pelanggan akan bisa menggunakan berbagai macam perangkat atau device disitu, dan ini butuh ketrampilan yang tinggi dari teknisi.

“Untuk segmen consumer misalnya, dengan makin banyaknya permintaan terhadap Indihome, dituntut ketrampilan teknisi dan kecepatan mereka dalam melakukan pasang baru. Makin cepat terpasang, instalasinya pun bagus, pelanggan makin cepat bisa menikmati layanannya. Angka gangguan pun menjadi turun”, jelas Ivone.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help