Pilgub Jatim 2018

Resmikan Rumah Aspirasi Warga Jatim, Khofifah Ungkap Obsesinya yang Ingin Diwujudkan

"Nah yang ingin kami sampaikan ke warga jatim, saya dan Mas Emil yang sekolah di Inggris dan Jepang ingin kembali ke Jatim."

Resmikan Rumah Aspirasi Warga Jatim, Khofifah Ungkap Obsesinya yang Ingin Diwujudkan
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Pasangan Bacagub dan Bacawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Usai meluncurkan sembilan program prioritas yang akan akan diusung oleh pasangan calon gubenur dan calon wakil gubernur Jawa Timur dengan nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, ternyata masih ada obsesi Khofifah untuk diwujudkan.

Hal itu disampaikan Khofifah saat jumpa pers di Rumah Aspirasi Warga Jawa Timur, Jalan Diponegoro No 9, Rabu (14/2/2018).

"Nah yang ingin kami sampaikan ke warga jatim, saya dan Mas Emil yang sekolah di Inggris dan Jepang ingin kembali ke Jatim, membaktikan seluruh ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh. Saya dari mensos, mengundurkan diri, ingin membhaktikan diri untuk menambah kesukses dan seluruh pembangunan yang sudah dicapai di periode skrg ini," kata Khofifah.

Bhakti yang ingin disampaikan, dikatakan Khofifah, merupakan sinyal bahwa Khofifah dan Emil mendapatkan panggilan yang cukup kuat, untuk membaktikan energi yang dimiliki dengan sinergi seluruh elemen masyarakat baik yang ada di Jatim dan dan di luar Jatim.

"Bhakti pertama adalah Jatim Sejahtera. Problem yang sekarang masih harus kita lakukan percepatan adalah pengentasan kemiskinan dan gini rasio. Saya secara spesifik, sangat kuat obsesi saya ingin menyapa para perempuan kepala keluarga yang kurang mampu," kata Khofifah.

Mereka, para perempuan kepala keluarga miskin dikatakan Khofifah, sebetulnya sebagain besar tersasar program PKH yang memang basisnya adalah perempuan.

"Tapi saya secara spesifik ingin menyisir perempuan kepala keluarga perempuan yang kurang mampu. Baik yang ada di kota maupun desa. Tapi secara umum, basis pengentasan kemiskinan ini adalah di desa. Karena memang kemiskinan yang masih tinggi di Jatim itu ada di desa," tegasnya.

Selain itu juga ada bhakti Jatim Kerja atau Jatim Go. Dikatakan Khofifah, program itu terkait bagaimanaa menyiapkan job training , vokasi dan informasi super koridor di lima bakorwil

"Ini akan menarik minat banyak anak muda, apakah dari karisidenan madiun, Surabaya, malang, mereka akan punya daya tarik untuk meningkatkan kreatifitas mereka karena sebetulnya mereka tidak gaptek. Tapi mereka banyak terkendala masalah pemasaran, lawyer dalam membuat kontrak, translator dan bagaimana komunikasi dengan buyer," kata Khofifah.

Hal tersebut yang akan dilakukan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan warga Jawa Timur. Lebih lanjut Khofifah sempat menyebutkan bahwa Emil absen dalam kegiatan peluncuran Nawa Bhakti Satya ini lantatan sedang ke Trenggalek untuk serah terima jabatan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help