Surya/

Berita Surabaya

Pesan Walikota Risma untuk Warga Surabaya: Hormati Perbedaan, Tuhan saja Ciptakan Kita Berbeda

Wali Kota Surabaya berpesan kepada warga Surabaya untuk tetap menghormati perbedaan.

Pesan Walikota Risma untuk Warga Surabaya: Hormati Perbedaan, Tuhan saja Ciptakan Kita Berbeda
surya/fatimatuz zahroh
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melihat kejadian intoleran di beberapa daerah di Indonesia, Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya berpesan kepada warga Surabaya untuk tetap menghormati perbedaan.

Risma mencoba menjelaskan bahwa perbedaan itu ada bahkan sejak jaman nabi dan rasul.

"Semua di dunia ini diciptakan berbeda contoh misalnya hidung saya pesek, sementara orang di sana mancung, badannya tinggi, rambut kita hitam, mereka pirang jadi artinya tuhan sudah menciptakan kita berbeda," katanya menganalogikan pebedaan, Selasa (13/2/2018) saat ditemui awak media di ruang kerjanya.

Pebedaan itu bagi Risma adalah keniscahyaan. Sehingga tidak benar jika semua dibuat sama.

"Jika kita membuat seolah-olah orang harus sama seperti saya, seolah-olah harus mengikuti saya karena saya paling benar apa itu adil? sementara tuhan saja menciptakan berbeda. Jadi karena itu saya berharap masyarakat Surabaya mengingat hakiki yang sebetulnya, bahwa tuhan menciptakan adanya perbedaan. Kita hormati itu," terangnya.

Risma menekankan bahwa perbedaan itu bahkan tidak begitu menjadi persoalan ketika para pejuang berjuang melawan penjajah, tuk merebut kembali kemerdekaan.

"Ribuan nyawa berkorban berjuang untuk kemerdekaan kita, kita semua merasakan hasil perjuangan yang mereka lakukan. Tapi apakah ketika para pejuang itu memperjuangkan kemerdekaan, mereka mengatakan bahwa berjuang untuk golongan tertentu? Kan tidak begitu," tegasnya.

Menurut Risma, semua sudah ada di dalam sumpah pemuda, 1 bangsa, 1 bahasa, dan 1 tanah air Indonesia.

"Kita sudah punya sejarah panjang soal meraih kemerdekaan, kenapa kita harus flash back ke belakang memepermasalahkan perbedaan.Tugas kita sekarang itu adalah memikirkan bagaimana caranya anak-anak bisa bersaing di masa depan. Karena di kehidupan mendatang yang harus kita perangi adalah kemiskinan dan kebodohan," jelasnya.

Soal keamanan di Surabaya, Risma mengaku bahwa jumlah polisi, linmas, satpol, banser, dan kelompok lain terbatas, sehingga upaya yang dia lakukan adalah memohon kesadaran masyarakat dan memang cctv.

Selain soal perbedaan, Risma juga menitipkan pesan kepada generasi muda arti dari sebuah jihad.

"Jihad itu berjuang untuk orang lain supaya menjadi lebih baik bukan semakin susah. Jihad itu berjuang untuk kebenaran dan kebaikan. Bukan hanya untuk diri saya, namun juga orang lain untuk menjadi lebih baik," katanya.

Menurut Risma, manusia itu ditakdirkan hidup berdampingan dan tidak membunuh untuk tujuan pribadinya, masuk surga misalnya.

"Kalau yang dibunuh itu seorang bapak atau ibu yanh sedang menghidupi anak-anaknya. Lalu anak-anak yang orangtuanya dibunuh itu tumbuh menjadi orang tidak baik, siapa yang akan bertanggung jawab?" tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help