Surya/

Berita Sidoarjo

Imlek 2018, Jemaat Tri Dharma Berharap Kelenteng tak Kebanjiran Lagi

Kelenteng di Sidoarjo ini selalu jadi korban banjir saat Imlek. Tahun ini mereka berharap banjir tak lagi terjadi...

Imlek 2018, Jemaat Tri Dharma Berharap Kelenteng tak Kebanjiran Lagi
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Seorang jemaah terlihat khusus ketika bersembahyang di Tempat Ibadah Tri Dharma Tjong Hok Kiong Sidoarjo, Rabu (14/2/2018). Tempat persembahyangan ini dipindah ke lantai dua sejak akhir 2006 lalu, karena bangunan utama kelenteng kebanjiran. 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Hampir setiap tahun tempat ibadah Tri Dharma Tjong Hok Kiong di Jalan Hang Tuah Sidoarjo menjadi langganan banjir ketika malam perayaan Imlek.

Jemaat, pengurus dan pihak-pihak yang terkait tempat ibadah itupun berharap tahun ini tidak kebanjiran lagi.

“Tahun 2016 banjir pas perayaan Imlek. Demikian juga tahun kemarin, tahun 2017, juga kebanjiran. Tentu harapan kami tahun ini tidak kebanjiran lagi,” ujar Tatik Mulyani, seksi perlengkapan Kelenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo, Rabu (14/2/2018).

Meskipun bajir datang lagi, sejatinya tidak menganggu proses sembahyang yang digelar di sana. Sebab, tempat persembahyangan di kelenteng ini sudah dipindahkan ke lantai dua. Sementara gedung utama kelenteng, masih dalam proses pembangunan.

“Malam Imlek biasanya digelar sembahyang pas tengah malam. Tahun ini jadwalnya sembahyang besok (Kamis) tengah malam. Tentu kami berharap tidak banjir lagi, meski tetap bisa sembahyang kan repot kalau banjir,” sambung dia.

Sebelum sembahyang digelar, rencananya juga bakal ada pesta kembang api pada Kamis malam besok di Kelenteng yang terletak di Jalan Hang Tuah ini. “Tapi itu acara tambahan saja. Acara intinya ya sembahyang di malam pergantian tahun,” sebut Tatik.

Persiapan menyambut perayaan imlek 2018 sudah dilakukan pengelola kelenteng sejak beberapa hari lalu. Semua patung di tempat ibadah itu telah dibersihkan sejak Senin kemarin. Tempat sembahyang dan beberapa sudut lokasi kelenteng juga semua sudah dirapikan.

Tempat persembahyangan di Kelenteng Sidoarjo berada di lantai dua gedung yang bagian kanan. Patung dan semua perlengkapan persembahyangan dipindahkan ke lantai atas sejak sejak akhir 2016 lalu, ketika banjir cukup besar melanda kawasan tersebut.

Sementara di gedung utama kelenteng, terlihat sejumlah pekerja terus melakukan pembangunan. Mulai pengerjaan ukiran di dinding-dinding kelenteng, tempat persembahyangan, semua terus dikerjakan. Bangunan baru ini ditinggikan sekitar satu meter, dengan harapan ketika banjir melanda tidak sampai mengganggu proses peribadatan di kelenteng.

“Kalau pembangunan sudah selesai, semua akan dikembalikan ke gedung utama seperti dulu. Tapi sekarang ini belum karena pembangunan masih dalam proses,” sebut Tatik.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help