Surya/

Citizen Reporter

Ungkapan Sayang Itu Seperti Ini

Menjalani hubungan jarak jauh memang sulit. Jarak Malang-Jakarta memunculkan kangen. Supaya istimewa, kangen itu diwujudkan dalam film.

Ungkapan Sayang Itu Seperti Ini
pixabay.com

Valentine tidak hanya identik dengan hura-hura. Hari Kasih Sayang dapat dilaksanakan dengan cara positif dan berguna.

Itu seperti yang dilakukan Komunitas GPAN Kepanjen (Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Kepanjen, Kabupaten Malang. Komunitas yang bergerak di bidang literasi di wilayah Malang Selatan itu mengadakan talkshow remaja bertajuk “Valentine Jaman Now: Sepotong Coklat di Hari Kasih Sayang”.

Acara yang berlangsung Minggu (11/2/2018) di Cafe Pabrik Es Kepanjen itu menghadirkan tiga tokoh.

Muhammad Sakroni, Ketua GPAN Kepanjen mengatakan, even ini dilaksanakan untuk mengajak anak muda agar meskipun ingin ikut euforia valentine, tetapi tetap dilakukan dengan cara-cara yang positif.

“Misalnya, dengan memberikan bingkisan kasih sayang kepada kedua orang tua dan mengampanyekan nilai positif di media-media sosial,” katanya.

Icha Maramis, remaja cilik yang ikut menjadi pembicara dalam acara talkshow mengisahkan tentang bagaimana valentine itu menurut pandangan anak masa kini. Ia merasakan hubungan jarak jauh (long distance relationship, LDR).

“Kebetulan aku anak Jakarta dan sekolahku di Malang. Jadi, aku harus LDR sama Mama dan Papa. Aku sangat bangga kalau bisa ngerayain bareng mereka, karena mereka yang sudah mengasihiku sejak kecil. Contoh yang aku lakukan adalah dengan ngasih Mama Papa kue,” cetus siswi SMK 5 Muhammadiyah Kepanjen itu.

Icha menambahkan, hari kasih sayang itu juga bisa dilakukan dengan cara yang lain, misalnya dengan mengirimkan kata-kata sayang pada mama papa. “Bisa juga menuangkannya dalam sebuah karya film,” jelas remaja yang sudah membuat film pendek itu.

Acara talkshow ini ditutup dengan wejangan hangat Rina Ridwan, seorang penulis dan juga ibu rumah tangga yang biasa disapa Bunda Rina. Bunda Rina mengajak anak muda agar tidak terlalu baper, apalagi buat mereka yang jomblo.

“Manfaatkanlah ke-baper-an itu untuk dijadikan ide dalam menulis cerita, bisa cerpen, puisi, atau sekadar menulis cerita di Facebook,” kata Bunda Rina yang juga Pengasuh Komunitas Ibu-Ibu Membaca itu.

Ia berpesan agar para remaja bisa menjaga diri dari hal-hal negatif yang terbungkus rapi dalam kemasan valentine. Ia bangga dengan anak muda yang bisa membuat acara menjadi positif dan berharap semoga acara-acara seperti ini bisa terus dilakukan.

Muhammad Sakroni
Guru PAI SDN Curungrejo 2 Kepanjen, Kabupaten Malang
Pegiat Literasi sekaligus Kordinator GPAN Kepanjen

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help