Berita Pendidikan

Perguruan Tinggi Asing di Indonesia Dorong Kolaborasi Antar Institusi

Wacana pendirian perguruan tinggi asing di Indonesia disambut baik oleh Konjen Australia di Surabaya karena penting untuk banyak pihak.

Perguruan Tinggi Asing di Indonesia Dorong Kolaborasi Antar Institusi
surabaya.tribunnews.com/eben haezer
Chris Barnes, Konsul Jenderal Australia di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Wacana pendirian perguruan tinggi asing di Indonesia disambut baik oleh konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnet.

Menurutnya pembahasan masuknya perguruan tinggi asing di Indonesia merupakan hal yang penting bagi banyak pihak.

Pasalnya selama ini peminat pelajar Indonesia untuk mendapat pendidikan di Australia cukup banyak. Setiap tahunnya ada 9.000 pelajar yang adatang ke Australia.

“Yang penting harus ada kolaborasi dan koneksi pendidikan Indonesia dengan Australia,” ujarnya ketika ditemui di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Selasa (13/2/2018).

Terpisah, rector Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Murpin J Sembiring mengungkapkan adanya perguruan tinggi asing bukan untuk menyaingi perguruan tinggi namun dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

"Dengan adanya kolaborasi dengan PT asing, dosen kita akan meningkat kualitasnya karena PT asing dengan dosen dan teknologinya bisa menjadi pembelajaran bagi kita," kata Murpin.

Murpin mengakui, kualitas PT di Indonesia masih kalah dibanding negara luar. Oleh karenanya, perlu membuka diri untuk meningkatkan kualitas yang ada.

Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Da-Yeh University Taiwan untuk peningkatan kelas menengah dan UMKM.

"Kerja sama ini meliputi riset bersama untuk melihat model di Taiwan. Di sana startup berkembang dengan cepat. Kami ingin keluaran riset untuk dijadikan jurnal internasional. Sehingga apa yang dilakukan bisa menjadi rujukan dunia," ujarnya.

Dia mengungkapkan, Da-Yeh University kaget mengetahui bahwa Indonesia saat ini melalui Undang-Undang no 12 tahun 2012 sangat kondusif untuk perguruan tinggi asing untuk beroperasi di Indonesia namun syaratnya harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi swasta.

Da-Yeh University menurutnya telah meminta Uwika untuk segera datang ke Taiwan guna membicarakan penjajakan lebih lanjut dengan ketua yayasannya dan rektornya.

"Ini kesempatan untuk berperan. Kebijakan Menteri akan ada lima sampai 10 PT asing yang diizinkan di Jakarta, secepatnya juga harus diizinkan di Surabaya," tuturnya.

Dirinya berharap perguruan tinggi swasta lain untuk segera merespon. Menurutnya dengan adanya PT asing merupakan langkah strategis bagi Indonesia untuk maju.

"Inilah langkah untuk maju dengan langkah kekhasan kita, Kekhasan itu kita pertajam. Sehingga persaingan ini menjadi persandingan, bukan saling mematikan," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help