Citizen Reporter

Hubungan Jarak Jauh Tetap Asyik

Jarak jauh bukan masalah. Teknologi dapat diandalkan untuk membantu mendekatkan. Yang Amerika tetap dapat berbagi dengan yang dari Jakarta.

Hubungan Jarak Jauh Tetap Asyik
pixabay.com

Konferensi Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan di Universitas Atma Jaya, Jakarta (9/2/2018) menjadi konferensi terinovatif. Itu karena mengedepankan teknologi mutakhir pada era melinial tahun ini.

Era yang memaksimalkan fungsi teknologi sebagai sarana menelurkan ide-ide antarindividu yang tidak terbatas ruang dan waktu. Fasilitas teknologi video call berperan penting menghubungkan para pemateri yang jaraknya beribu-ribu mil di Amerika untuk bisa seolah-olah hadir dan berdiskusi bersama dengan para peserta di Jakarta.

Selama kurang lebih lima jam efektif pembahasan tentang BIPA berlangsung begitu menarik karena para pemateri ahli yang berasal dari Amerika dengan jelas mempresentasikan perkembangan BIPA dari masing-masing univeritas tempat mengajar. Itu yang dilakukan Erlin S Barnard dari University of Wisconsin dan Desiana Pauli Sandjadja dari University of Washington.

Ditambah dengan dukungan tampilan salindia (power point) pada saat setiap pembahasan materi, memberikan pemahaman lebih mendalam bagi para peserta. Tentu ini menjadi langkah awal konferensi-konferensi lain agar pembahasan materi konferensi lebih bergizi karena didampingi para pakar yang berkecimpung di luar negeri menurut masing-masing keahliannya.

Sisi lain kelebihan konferensi itu adalah peran narasumber-narasumber pembanding dari Malang, Manado, dan NTT yang telah berpengalaman dalam penyelenggaraan program pengajaran BIPA.

Adanya dialog dan saling memberikan tanggapan antarnarasumber di Jakarta dan Amerika melalui video call memberikan ragam kekayaan materi yang dapat diterima oleh peserta konferensi.

Melalui fasilitas video call, peserta seminar dapat mengetahui perbedaan pengajaran BIPA di Indonesia dan Amerika secara langsung dengan dukungan teknologi terbaru.

Menarik mengikuti konferensi itu. Tampak sisi positif perkembagan teknologi telah mampu memberikan pengalaman baru bagi dunia pendidikan.

Panitia penyelenggara dengan fasilitas teknologi yang dimiliki dapat menghadirkan ide-ide berkualitas dari para narasumber ahli dari luar negeri. Mereka tidak harus didatangkan langsung ke tempat penyelenggaraan konferensi.

Teknologi tatap muka jarak jauh juga tidak mengurangi komunikasi antara peserta dengan para narasumber. Komunikasi antara narasumber dengan peserta terjalin dengan begitu lancar.

Inilah perkembangan konferensi era millennial. Begitu memudahkan dan mengagumkan!

Sahrul Romadhon
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help