Di-PHK Tanpa Pesangon, Mantan Pekerja Columbia Blitar Unjuk Rasa

"Ada 10 pekerja yang di-PHK sepihak, termasuk saya. Tidak ada pesangon dari pihak Columbia," kata Saiful.

Di-PHK Tanpa Pesangon, Mantan Pekerja Columbia Blitar Unjuk Rasa
Mantan pekerja Columbia Blitar berunjuk rasa di depan kantor Columbia, Jl A Yani, Kota Blitar, Selasa (13/2/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Mantan pekerja PT Columbia Blitar berunjuk rasa di kantor Columbia, Jl A Yani, Kota Blitar, Selasa (13/2/2018). Aksi unjuk rasa itu untuk memprotes pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak yang dirasa tak adil.

Salah satu mantan pekerja Columbia yang dipecat sepihak, Saiful Iskak mengatakan sudah setahun kerja di Columbia. Di Columbia, dia bekerja di bagian penagihan dan survei.

"Ada 10 pekerja yang di-PHK sepihak, termasuk saya. Tidak ada pesangon dari pihak Columbia," kata Saiful di sela-sela unjuk rasa di kantor Columbia, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, proses pemecatan tidak memenuhi prosedur. Ia dan beberapa pekerja lainnya langsung disuruh menandatangani surat PHK. Dia sudah menanyakan proses PHK ke Columbia tapi tidak ada respon.
Selain itu, kata Saiful, saat bekerja di Columbia statusnya juga tidak jelas.

Dia masih menjadi pekerja kontrak. Tiap enam bulan sekali ada penandatangan kontrak baru.

"Saya hanya sekali menandatangani kontrak kerja, setelah itu disuruh menandatangani surat pemutusan kerja," ujarnya.

Perwakilan Columbia, Lahuri mengatakan tidak ada pemutusan hubungan kerja sepihak. Tetapi, Lahuri tidak mau menjelaskan secara rinci permasalahan itu. Dia akan menyelesaikan masalah itu di kantor Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Blitar.

"Habis ini kami akan ke kantor tenaga kerja, akan kami sampaikan di sana masalah ini. Tidak benar ada PHK sepihak," katanya.

Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Blitar memediasi masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah pekerja Columbia. Dinas mempertemukan perwakilan pekerja dan pihak Columbia, Selasa (13/2/2018).

"Posisi kami sebagai mediator, kami pertemukan kedua belah pihak," kata Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan PTSP Kota Blitar, Suharyono, Selasa (13/2/2018).

Suharyono mengatakan selama ini belum menerima aduan dari para pekerja. Dia meminta perwakilan pekerja untuk mendata jumlah pekerja yang di-PHK. Dia juga meminta perwakilan pekerja menginventarisir tuntutannya.
"Nanti akan ada pertemuan lagi antara perwakilan pekerja dengan pihak Columbia. Mudah-mudahan ada titik temu," ujarnya.

Para pengunjuk rasa datang ke kantor Columbia naik sepeda motor dan mobil pikap. Mereka juga membawa sound system yang diangkut di mobil pikap. Sesampai di kantor Columbia, para pengunjuk rasa langsung berorasi. Mereka menuntut keadilan ke pihak Columbia

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help