Surya/

Road to Election

Bawaslu Jatim Peringatkan, Besok Alat Peraga Paslon Harus Sudah Steril

Bawaslu Jatim mengingatkan kepada semua pasangan calon dalam Pilgub Jatim agar melepas semua alat peraga yang sudah dipasang di mana-mana.

Bawaslu Jatim Peringatkan, Besok Alat Peraga Paslon Harus Sudah Steril
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Beberapa baliho pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak terpasang di beberapa sudut kota di Surabaya, Rabu (31/1/2018). Bawaslu Jatim mengingatkan agar semua alat peraga harus dicopot, Selasa (14/2/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jawa Timur, Aang Kunaifi meminta pada seluruh pasangan calon dan simpatisan untuk membersihkan semua alat peraga kampanye yang masih terpasang di tempat umum.

Sebab sejak adanya penetapan pasangan calon, maka semua pasangan calon sudah terikat dengan aturan KPU.

Salah satu aturannya, sebelum masa kampanye, maka pasangan calon dilarang untuk melakukan tindakan yang berbau kampanye.

"Terkait atribut kampanye, bahan kampanye, kami sudah meminta agar KPU dan juga pasangan calon agar malam ini kami minta KPU dan Satpol PP untuk menertibkan. Sehingga tanggal 14, besok, semua sudah steril," tegas Aang yang diwawancara usai penetapan nomor urut pasangan calon, di Hotel Mercure, Surabaya Selasa (13/2/2018).

Baik yang dipasang di jalan jalan protokoler, di pedesaan maupun di seluruh wilayah yang dipasang poster, spanduk, dan baliho yang memuat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Ia meminta terutama tim sukses untuk juga mengimbau agar alat peraga tersebut segera dibersihkan. Sebab nantinya dalam masa kampanye, KPU yang akan mengatur bagaimana bahan kampanye dan alat peraga kampanye yang boleh digunakan.

"Sejak ada penetapan pasangan calon, maka kami akan mengamati terus apa yang dilakukan pasangan calon. Jika masih ada yang melanggar akan dicatat sebagai tindakan pelanggaran," katanya.

Termasuk jika ada pasangan calon yang membuat bahan kampanye dengan bentuk makanan minuman. Menurut Aang, terkait hal itu memang belum diatur. Akan tetapi Bawaslu akan bersikap awas.

"Misalnya, kalau mamin itu disebarkan di saat yang tidak tepat, maka bisa diasumsikan sebagai tindakan yang melanggar," katanya.

Selain itu, saat ini Bawaslu sedang berupaya melakukan komunikasi dengan pasangan calon terkait mobil branding yang boleh digunakan pasangan calon.

Termasuk berapa jumlah yang digunakan, dan dimana saja mobil branding boleh dioperasikan. Misalnya di tempat ibadah dan sekolah dibolehkan atau tidak.

"Soal mobil branding belum diatur. Kami butuh komitmen bersama agar tidak ada polemik di lapangan. Yang dibolehkan berapa dan lokasinya dimana," lanjut Aang.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help