Surya/
Home »

News

» Jakarta

Sejumlah Komunitas Perempuan Desak Pemerintah Tak Naikkan Tarif Dasar Listrik, ini Alasannya

“Kalau tarif listrik naik, pasti kebutuhan lain ikut meningkat, seperti seragam sekolah, buku pelajaran, dan alat tulis,” ucap Mutia Sari Syamsul.

Sejumlah Komunitas Perempuan Desak Pemerintah Tak Naikkan Tarif Dasar Listrik, ini Alasannya
foto: istimewa
Founder Human Capital for Us (HCAUS) Mutia Sari Syamsul didampingi sejumlah komunitas perempuan saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (11/2/2018). 

SURYA.co.id - Sejumlah komunitas perempuan di Jabodetabek, meminta agar pemerintah menjaga stabilitas Tarif Dasar Listrik bahkan segera diturunkan. Sebab, kenaikan TDL akan berdampak siginifikan terhadap biaya hidup masyarakat di tengah daya beli yang kian merosot.

Founder Human Capital for Us (HCAUS) Mutia Sari Syamsul mengatakan saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan pokok yang sama pentingnya dengan membeli pulsa telepon atau bahan pangan.

Sementara saat tarif listrik naik, sontak diikuti peningkatan biaya seluruh kebutuhan lain seperti bahan pangan, transportasi, dan pendidikan.

“Beban hidup yang semakin berat akan mendorong aksi-aksi kriminalitas di tengah masyarakat. Jika dibiarkan, hal itu akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Negeri tercinta ini. Sebab, tidak sedikit pejabat negara terpaksa korupsi, lantaran terpaut kebutuhan hidup yang lebih tinggi dibanding kemampuannya,” ungkap Mutia Sari Syamsul , saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Himpaudi) Kota Bekasi, Jawa Barat Rusilowati Efendi berharap agar tanggung jawab berat ibu rumah tangga mendidik anak-anak ditambah lagi dengan beban kenaikan TDL dari pemerintah.

“Kalau tarif listrik nanti naik, pasti kebutuhan lain akan ikut meningkat, seperti harga seragam sekolah, buku pelajaran, dan alat tulis,” ucapnya.

Rusilowati Efendi mengapreasi langkah pemerintah yang mendorong efisiensi, kemudahan, dan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh Nusantara. mintanya semua hal menjadi lebih efisien, lebih mudah, dan lebih murah.

Di mana, investasi lokal maupun asing terus didorong untuk menggenjot pembangunan infrastruktur transportasi sampai ke pelosok Negeri sehingga distribusi barang lebih mudah dan efisien.

“Tapi, ternyata bukan itu solusinya. Menurut saya, pemerintah harus mendukung rakyat dengan menetapkan harga khusus bagi konsumsi batu bara dalam negeri yang merupakan bahan dasar produksi listrik agar tarif-nya tak berimbas naik,” ujar Rusilowati menganalisa.

Sementara itu, Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bintara Jaya, Bekasi Barat Sri Mulyani mengarahkan ibu-ibu rumah tangga untuk lebih produktif dengan membangun usaha rumahan sehingga mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

Halaman
12
Penulis: Yoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help