Berita Surabaya

Pembebasan Lahan Proyek JLLB, Warga Sememi Surabaya Minta Ganti Rugi Rp 7 Juta Per Meter

Terbaru, warga Sememi enggan melepas tanah mereka sesuai harga ditetapkan Pemkot Surabaya melalui tim appraisal Rp 3,5 juta per meter.

Pembebasan Lahan Proyek JLLB, Warga Sememi Surabaya Minta Ganti Rugi Rp 7 Juta Per Meter
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Pengerjaan jalan lingkar luar barat (JLLB) di lahan milik pengembang di Surabaya Barat lebih dulu dikerjakan dibandingkan JLLT. Sebagian JLLB ini sudah dimanfaatkan oleh pengendara bermotor, Senin (28/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembangunan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) di Surabaya kini masih terbengkalai. Sebab masih banyak warga Kelurahan Sememi, Surabaya, yang belum melepas lahan mereka untuk proyek tersebut.

Terbaru, warga Sememi enggan melepas tanah mereka sesuai harga ditetapkan Pemkot Surabaya melalui tim appraisal Rp 3,5 juta per meter.

Mereka menghendaki harga tanah Rp 7 juta per meter persegi.

Senin (12/2/2018) sore, sepuluh perwakilan warga Kelurahan Sememi mendatangi kantor DPRD.

Mereka diundang hearing bersama tim appraisal dan pihak BPN. Hadir pula perwakilan Dinas PU Bina Marga Pemkot Surabaya.

 "Bukan kami tidak mendukung JLLB. Tapi kami juga perlu mencari rumah pengganti. Warga setahun ini capek dibohongi PU Bina Marga," kata Abdul Rochim, perwakikan warga Sememi RT 11 RW 01.

 Sejak Oktober 2017 lalu, PU Bina Marga dan panitia pengadaan tanah JLLB telah mengukur tanah mereka.

Hasilnya berupa peta bidang katanya mau ditampilkan terbuka di kecamatan setelah 14 hari waktu pengukuran. Namun, hal itu tidak terealisasi hingga sekarang.

"Kami terpaksa menganggap kedatangan tim appraisal tidak ada artinya," tambah Rochim. 

Pemilik lahan 8 x 10 meter ini bersama sejumlah warga lainnya menolak keputusan tim appraisal.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved