Berita Banyuwangi

‎Meski Ada Aplikasi Bimbingan Belajar, Guru Tak Bisa Digantikan dengan Mesin

Meski kini telah ada aplikasi bimbingan belajar, seperti Ruangguru, yang membantu siswa dalam memahami pelajaran, peran guru masih tak tergantikan.

‎Meski Ada Aplikasi Bimbingan Belajar, Guru Tak Bisa Digantikan dengan Mesin
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat penandatangan kesepakatan kolaborasi bersama CEO Ruangguru Belva Syah Devara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Senin (12/2/2018). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Meski saat ini telah ada aplikasi bimbingan belajar, seperti Ruangguru, yang bisa membantu siswa dalam memahami pelajaran, namun peran guru masih tidak tergantikan.

Ruangguru adalah aplikasi berbasis android yang menyediakan video-video pembelajaran bagi anak-anak pelajar mulai dari siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD), hingga kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA). Aplikasi ini telah didownload sebanyak 7 juta pengguna.

Meski ruangguru bisa menjelaskan seluruh soal pelajaran di sekolah, bahkan terdapat sistem belajar mengajar melalui guru online, namun keberadaan guru tetap penting.

"Saya diskusi dengan pemilik ruangguru, jika aplikasi ini diterapkan di sekolah, bagaimana dengan nasib guru? Guru tetap dibutuhkan, karena guru tidak bisa digantikan dengan mesin," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (12/2/2018).

Anas mengatakan permasalahan yang terjadi selama ini, guru terlalu terjebak dalam konten pembelajaran. Banyak guru yang terlalu fokus untuk mempelajari soal pelajaran pada siswa.

Padahal jawaban dari konten soal itu dari dulu hingga sekarang tetap sama. Tidak ada yang berubah. Akibatnya guru banyak mengabaikan persoalan yang ada pada diri siswa.

"Konten bisa digantikan dengan mesin. Setiap soal pelajaran dengan ruangguru ini bisa dijawab berikut penjelasannya. Tapi guru tidak bisa digantikan dengan mesin," kata Anas.

Dengan aplikasi ini, menurut Anas, guru bisa lebih banyak melakukan mentoring dan bimbingan pada kebutuhan lain siswa.

Ini karena kebutuhan di luar sekolah masih banyak, seperti memberikan konsultasi, psikologi, pengembangan bakat pada siswa, dan lainnya.

Dengan demikian, kedekatan emosional guru dan siswa tumbuh.

"Guru bisa lebih banyak pada wilayah pengasuhan dan psikologi siswa," kata Anas.

Metode ruang guru telah diuji, dengan memperhatikan kesenangan dan pemahaman siswa pada soal pelajaran.

Terkadang siswa mengerti dan bisa menjawab soal pejalaran, tapi tidak senang dengan pelajaran itu.

"Dengan ruangguru ini, membuat siswa mengerti dan senang pada pelajaran," tambah Anas.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help