Berita Surabaya

Bising Getaran Kontainer, Warga Ramai-ramai Wadul Dewan, Komisi C Rekom Cabut Izin, ini Alasannya

Puluhan Warga RT 03 RW 01 Kelurahan Tambak Oso Wilangun mengadu ke Komisi C DPRD Surabaya, Senin (12/2/2018).

Bising Getaran Kontainer, Warga Ramai-ramai Wadul Dewan, Komisi C Rekom Cabut Izin, ini Alasannya
surya/ahmad amru muis
Foto ilustrasi suasana hearing DPRD Surabaya. 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Puluhan Warga RT 03 RW 01 Kelurahan Tambak Oso Wilangun mengadu ke Komisi C DPRD Surabaya, Senin (12/2/2018). Mereka mengeluhkan keberadaan Depo Kontainer yang berada di areal kampung warga. 

Tidak saja bikin bising, namun Keberadan tempat penyimpanan kontainer itu membuat tanah di kampung mereka bergetar setiap saat. Belum lagi gangguan debu yang lain.

"Kampung kami juga banjir karena keberadaan depo kontainer itu. Kami tak bisa istirahat nyenyak di rumah," ucap Jakfar Qodir, Ketua RT 03 Tambak Oso Wilangun di Kantor DPRD Surabaya. 

Ada sebanyak 170 KK yang saat ini terganggu akibat Keberadan Depo Kontainer milik PT Karana Panorama Logistik. Gudang yang kini dijadikan depo kontainer itu beroperasi sejak 2016. 

Namun, baru menimbulkan masalah belakangan. Setiap bongkar muat berlangsung, warga terganggu dengan aktivitas depo itu. Begitu juga saat truk keluar masuk depo membuat rumah warga kini bergetar.

 Tak tahan dengan situasi itu, warga mengadu ke Komisi C DPRD Surabaya.

Ketua Komisi C Syaifudin Zuhri menerima aduan warga. Selain itu dihadirkan pula pihak Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) dan PT Karana.

 Syaifudin Zuhri yang akrab disapa Cak Ipuk mengaku menjadwalkan hearing bersama warga dan dinas terkait karena permasalahan sudah  berlangsung lama. 

 "Ini malah Kepala Dinas DLH tak hadir. Tidak ada itikad baik dan tidak bisa menghargai. Kita butuh solusi secepatnya," bentak Cak Ipuk.

DLH hanya diwakilkan Kabid Pengendalian dan Pencemaran DLH Surabaya, Prastowo. Kehadirannya malah menjadi ajang pengadilan Komisi C karena Prastowo tak bisa mengeluarkan kebijakan. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help