Surya/

Bisnis

AJB Bumiputera 1912 Akan Kembali Jual Produk Asuransi Tradisional

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 akan kembali menjual produk asuransi tradisional di tahun 2018 ini.

AJB Bumiputera 1912 Akan Kembali Jual Produk Asuransi Tradisional
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Juliono, Kepala Kantor Layanan Administrasi AJB Bumiputera 1912 Surabaya, di sela kegiatan syukuran HUT ke 106 di Surabaya, Senin (12/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 akan kembali menjual produk asuransi tradisional di tahun 2018 ini.

Langkah itu disiapkan setelah per 10 Januari 2018 lalu, AJB Bumiputera membatalkan kontrak kerjasama dengan dengan PT Bumiputera Investasi Indonesia Tbk (GREN), eks PT Evergreen Invesco.

Apalagi saat bersama GREN, dengan nama PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB), mulai Maret 2017, mereka tidak memasarkan produk baru atau menambah nasabah baru. Mereka hanya menambah premi lanjutan bagi nasabah lama. 

"Sepanjang 2017 kami tidak ada nasabah baru karena ada kerjasama itu. Namun tetap menerima dana premi lanjutan nasabah yang rata-rata Rp 10 miliar per bulan, atau tumbuh 111 persen," jelas Juliono, Kepala Kantor Layanan Administrasi AJB Bumiputera 1912 Surabaya, Senin (12/2/2018), disela perayaan Hari Ulang Tahun ke 106.

Untuk produknya, Juliono mengatakan, mereka akan meneruskan layanan ke nasabah lama dan kembali memasarkan asuransi tradisional yang menjadi pangsa pasar mereka selama ini. Ada delapan produk yang dimiliki perusahaan yang didirikan oleh tiga orang tokoh dari Perkumpulan Budi Utomo itu.

Paling besar, sekitar 40 persen adalah produk Mitra Beasiswa dan Mitra Cerdas. Yaitu asuransi untuk pendidikan dengan bidikan segmen menengah ke bawah dengan premi mulai Rp 300.000 per tiga bulan, dan segmen menengah ke atas dengan premi Rp 2 juta per tiga bulan.

"Produk ini favorit karena jelas. Ada masa premi mulai lima tahun hingga maksimal 17 tahun. Bisa langsung dirasakan untuk bisa dimanfaatkan sebagai biaya pendidikan, karena secara berkala saat membutuhkan biaya misalnya pendaftaran sekolah bisa cair," jelas Juliono.

Selain itu dalam dua produk itu bila penanggung meninggal dunia, penerima manfaat tetap bisa melanjutkan perlindungan tanpa membayar premi atau ada manfaat asuransi jiwa untuk ahli warisnya.

Kick off program itu baru akan dimulai di pertengahan bulan Februari ini, sesuai ketentuan dari Otoriter Jasa Keuangan (OJK).

Meski belum mulai memasarkan, diakui Juliono sudah ada sekitar Rp 1 miliar dana titipan di bulan Januari dari nasabah melalui agen untuk mendaftarkan asuransi di bulan Februari 2018 ini.

Tercatat nasabah AJB Bumiputera 1912 itu, secara nasional mencapai 6 juta nasabah. Di kantor layanan adminitrasi Surabaya, yang meliputi wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Madura, Sidoarjo dan Mojokerto, mencapai 110.000 nasabah.

"Kami optimis tahun 2018 ini menambah nasabah antara 10-15 persen. Selain itu juga meningkatkan jumlah agen dua kali lipat dari yang ada saat ini mencapai 585 agen," ungkap Juliono.

Sementara terkait kondisi AJB Bumiputera 1921, Juliono menegaskan, pihaknya tidak sedang mengalami masalah. Nasib agen dan nasabah dijamin. "Karena kami memang tidak punya modal usaha seperti PT. Tapi kami punya aset banyak," ungkap Juliono.

AJB Bumiputera 1912 juga punya anak usaha yang bergerak di sektor konstruksi, asuransi umum, perhotelan dan agen perjalanan. Juga aset gedung-gedung kantor yang saat ini juga disewakan.

Di Surabaya antara lain Graha Bumiputera di Jl Raya Darmo, properti Hotel Bumi Surabaya, dan hotel dengan nama Bumi lainnya diberbagai kota.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help