Berita Sidoarjo

Perampas Motor di Sidoarjo Sembunyikan Motor Curian ke Dalam Sumur. Begini Caranya

Kawanan perampas motor di Sidoarjo ini punya cara unik untuk menyembunyikan hasil kejahatan. Mereka memasukkannya dalam sumur. Caranya bagimana?

Perampas Motor di Sidoarjo Sembunyikan Motor Curian ke Dalam Sumur. Begini Caranya
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Dua tersangka perampasan motor saat ditunjukkan kepada media di Polresta Sidoarjo, Minggu (11/2/2018). Untuk menyembunyikan hasil kejahatan, dua orang ini memasukkan motor yang telah dipreteli ke dalam sumur. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Agar tidak mudah tertangkap polisi, komplotan bandit di Sidoarjo ini punya cara unik menyembunyikan barang hasil kejahatannya.

Mereka memotong-motong sepeda motor hasil curian, kemudian memasukkannya ke dalam sumur.

"Kami ketakutan ketika mendengar kabar sedang dicari-cari polisi," dalih Ainun Nidhom, warga Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo saat di Polresta Sidoarjo, Minggu (11/2/2018).

Pria yang sehari-hari bekerja di pabrik karung tersebut tidak sendirian meringkuk di dalam penjara.

Rekannya, Avif alias Plolong, warga Kragan, Gedangan, Sidoarjo juga sudah diringkus petugas Reskrim Polresta Sidoarjo. Sementara dua rekan mereka masih buron.

Ainun Nidhom dan Plolong mengaku, saat melakukan perampasan sepeda motor di jalan itu keduanya sedang mabuk berat usai pesta minuman keras.

"Mesin yang tersisa juga masih ada dan kami tidak berencana menjual. Handphone (milik korban) juga ada," jawab Plolong sambil menuding rekannya bernama Wepi (buron) yang memiliki ide memotong-motong motor tersebut.

Peristiwa kejahatan itu terjadi pada 7 Januari 2018 sekira pukul 04.15 WIB di dekat traffic light depan Maspion II Buduran. Para pelaku merampas sepeda motor beat milik seorang remaja yang sebelumnya sempat dihadang dan dipukul oleh kelompok bersepeda motor lain.

"Awalnya korban dan rekan-rekannya dihadang kelompok pemuda lain yang sama-sama bersepeda motor. Para korban itu ketakutan dan sempat mengumpulkan 6 handphone ke dalam jok motor beat milik korban," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Oleh kelompok lain, korban sempat dipukul dan terjatuh. Para korban juga sempat lari menyelamatkan diri. Tapi setelah kelompok itu kabur dan korban hendak mengambil motornya, malah bertemu dengan para pelaku tersebut.

"Saat hendak mengambil motornya pelaku dibentak dan diancam oleh pelaku. Korban takut dan menghindar, tapi malah sepeda motornya dibawa oleh pelaku. Termasuk enam handphone yang berada dalam jok motor," papar Harris.

Usai menerima laporan dari orangtua korban, polisi pun melakukan pencarian hingga berhasil menemukan tempat tinggal pelaku Nidhom di daerah Tebel, Gedangan, Sidoarjo. Di sana, polisi juga menemukan mesin motor beat milik korban. Tapi kerangka motor dan sebagainya sudah tidak ada.

"Motornya sudah dipotong-potong dan diceburkan ke sumur. Sementara handphone sudah dibagi oleh pelaku. Tersisa satu jenis Samsung J2 yang disita dari tangan tersangka," urai Harris.

Dari rumah itu polisi menangkap Nidhom dan Avif. Sementara pelaku lain masih buron. Sedangkan barang bukti yang disita selain mesin dan handphone, ada motor beat W 4279 QD yang disita dari tersangka Nidhom.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help