Citizen Reporter

Nongkrong Literasi di Warung Kingkong

Nongkrong bisa membuat ketagihan. Itu betul. Dalam suasana menyenangkan, orang bisa berbincang tentang apa saja.

Nongkrong Literasi di Warung Kingkong
foto: istimewa

NONGKRONG  bisa membuat ketagihan. Itu betul. Dalam suasana menyenangkan, orang bisa
berbincang tentang apa saja.

Saat bersantai seperti itu, cocok juga jika diselipi obrolan tentang literasi. Itu seperti yang
dilakukan pustakawan perpustakaan jalanan Wahana Baca dan aktivis PMII Universitas Merdeka
Pasuruan, Sabtu sore (3/2/2018).

Beberapa dari mereka tampak sibuk sejak pagi di Warung Kingkong terlihat cemas. Mereka akan
mengadakan acara diskusi publik yang berjudul “Nongkrong Literasi: Resolusi Minat Baca Kota
Pasuruan 2018” pada pukul 15.00.

Bagaimana tidak cemas, mereka dihantui rasa takut akan datangnya hujan deras yang otomatis
akan membatalkan acara. Saat itu acara akan dimulai 30 menit lagi.

Ternyata alam berpihak pada panitia. Mendung menyingkir dan cuaca kembali cerah. Acara pun
dimulai tepat waktu.

Narasumber dalam acara nongkrong literasi itu adalah mereka yang sudah terbiasa bergelut di
dunia literasi, yaitu Deady (pustakawan perpustakaan Kota Pasuruan) dan Rozaq (jurnalis).

Selama berlangsungnya acara nongkrong literasi, para peserta yang terdiri atas berbagai lapisan
masyarakat terlihat antusias. Mereka berebut kesempatan berargumentasi atau bertanya kepada
para narasumber.

Yang ditanyakan beragam, antara lain tentang cara memanfaatkan media apa pun untuk
meningkat minat baca karena harga buku mahal.

Bobby, salah satu peserta menyatakan, keterbatasan kemampuan ekonomi bukanlah sebuah halangan untuk tetap membaca.

“Kita bisa memanfaatkan media apapun untuk membaca seperti melalui telepon genggam,” ujar
Bobby Sepakat dengan Bobby.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help